BANDUNG, sekilasbandungraya.com – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengamankan 400 cartridge liquid vape yang mengandung narkotika sintetis golongan I jenis MDMB-4en-PINACA yang diracik oleh dua pengemudi ojek online (ojol).
Kedua tersangka masing-masing berinisial RGP (35) dan OBP (34). Polisi mengamankan ratusan cartridge tersebut sebelum diedarkan kepada konsumen.
Kasat Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan MDMB-4en-PINACA merupakan narkotika sintetis golongan I yang memiliki efek berbahaya terhadap penggunanya.
“Kalau menggunakan ini, itu jauh lebih berbahaya. Karena ini golongan satu, sehingga efek adiktifnya tadi lebih parah, kemudian efek merusaknya juga terhadap sistem saraf juga lebih parah,” kata Oliestha saat konferensi pers di Bandung, Kamis (17/9).
Menurut dia, efek penggunaan liquid yang mengandung zat tersebut dapat membuat penggunanya mengalami kondisi seperti teler. Namun, dampaknya dapat berkembang menjadi pingsan, keracunan hingga overdosis.
“Jadi mungkin etomidate itu teler, lah ini mungkin telernya lebih parah, merusaknya, bisa pingsan dan lain sebagainya, mungkin keracunan, bahkan sampai dengan overdosis,” ujarnya.
Oliestha mengimbau masyarakat, khususnya warga Kota Bandung, untuk turut membantu kepolisian mencegah peredaran narkotika dengan melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan transaksi atau peredaran barang tersebut.
“Kami dari seluruh anggota Polri di Polrestabes Bandung sangat menunggu peran serta dari masyarakat, informasi, masukan dan lain sebagainya supaya sama-sama kita bisa menyelamatkan generasi muda, anak-anak kita agar menyongsong Indonesia yang lebih maju dan lebih sukses nantinya,” katanya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sebanyak 400 cartridge liquid vape. Berdasarkan harga yang direncanakan pelaku, setiap cartridge tersebut akan dijual dengan harga Rp3,5 juta.*







