Cek Progres Pembuatan Ipal, Sektor 22 Citarum Harum Datangi Pabrik Kerupuk

TNI Polri26 Dilihat

Sekilasbandungraya.com, Bandung – Cegah pencemaran hasil produksi masuk ke aliran sungai, Satuan Tugas Sektor 22 Citarum Harum terus lakukan pembinaan secara ketat kepada pelaku usaha yang belum memiliki Instalasi Pegolahan Air Limbah (Ipal).

Salah satunya pabrik kerupuk yang berada di Gedebage, Kota Bandung yang tadinya belum memiliki Ipal. Jum’at, 21 Juni 2024.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan dengan seksama oleh Sektor 22 Citarum Harum dan diberikan pengarahan serta pembinaan, perusahaan tersebut akan segara menyelesaikan Ipalnya dengan baik, tanpa harus mencemari lingkungan.

Baca Juga  Hilangkan Kerimbunan Singkirkan Penyebab Banjir, Sub 1 Sektor 7 Citarum Harum Giat Pembersihan

Serma Rudi Irawan Dansub 05 Sektor 22 Citarum Harum menyebutkan, pada waktu yang lalu kami lakukan pengawasan terhadap pelaku usaha tersebut, namun dari hasil temuan perusahaan tersebut belum memiliki Ipal.

“Maka dari itu selaku Satgas tentunya memberikan teguran dan himbauan agar dapat dengan segara menyelesaikan permasalahan limbahnya, jangan sampai limbah nya mencemari lingkungan dan merugikan baik perusahaan maupun warga”, ucapnya.

Dilanjutkannya, kami sudah memberikan waktu kepada pengelola pabrik untuk melakukan pembuatan Ipal walau tidak menghasilkan limbah cair secara langsung, demi antisipasi tetap kami sarankan membuat Ipal dan kami akan kembali lagi untuk memastikan sampai di mana progresnya serta akan diawasi sampai hasilnya sesuai dengan baku mutu, sampai tidak mencemari lagi lingkungan, untuk hari ini sudah mencapai tahap 60% dan itu sudah merupakan itikad baik.

Baca Juga  Rutin Dibersihkan Sub 4 Sektor 5, Kini Bantaran Sungai Citarum Menjadi Rapih

“Harapan kami adalah pelaku usaha bisa menjalankan usahanya dengan baik tanpa harus mencemari lingkungan dan merugikan orang lain, terlebih kami haturkan banyak terima kasih kepada para pemerhati, penggiat lingkungan serta kewilayahan dan masyarakat yang turut membantu pengawasan kepada pelaku usaha yang menghasilkan limbah”, tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *