Dansektor 22 Citarum Harum Monitoring Rumah Kompos Di Sub 08

TNI Polri476 Dilihat

Lembang, sekilasbandungraya.com – Dalam rangka jalankan rencana aksi terkait penanganan limbah kotoran hewan, Dansektor 22 Citarum Harum Kolonel Inf Ujang Sudrajad, S.E bersama staf Posko melaksanakan monitoring Rumah Kompos Sub 08, hang berada di wilayah RT. 04/11 Kp. Pasirwangi Desa. Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jum’at, 19 April 2024.

Selain suguhkan objek wisata, area lembang juga merupakan salah satu tempat pembiakan sapi perah, pertama di indonesia, sehingga banyak warganya yang mengembangbiakan hewan ternak salah satunya sapi.

Disisi lain dari banyaknya peternakan yang ada di wilayah lembang, tentunya akan menyisakan limbah dari kotoran hewan tersebut, namun guna mengatasi penyebaran limbah Sektor 22 Citarum Harum bergerak dan mengedukasi peternak agar dapat mengolah limbah kotoran hewan dijadikan hal yang lebih bermanfaat yaitu dengan menyulapnya menjadi pupuk kompos.

Baca Juga  Percepat Revitalisasi Oxbow dan Penanganan Sampah, Sektor 7 Citarum Harum Giat Sosialisasi

Rumah Kompos salah satu bukti nyata kerja Sektor 22 Citarum Harum dalam mengatasi permasalahan limbah yang dihasilkan oleh hewan ternak, di rumah komposlah semua proses dilakukan dari mulai pengambilan kotoran hewan sampai kepada pengomposan sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melengkapi pada sektor pertanian.

Pada kesempatannya, Kolonel Inf Ujang Sudrajad mengatakan, Rumah kompos yang di bangun berfungsi untuk memproses pengomposan sisa hasil tanaman jerami, limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik, kompos dan dilengkapi dengan alat pengolah pupuk organik.

Baca Juga  Melalui Giat Pembersihan Sungai Cicadas Sub 01 Sektor 22 Citarum Harum Berikan Edukasi Pada Warga

“Jelas ini merupakan salah satu langkah dalam mengatasi permasalahan limbah kotoran hewan yang dihasilkan di tempat peternakan yang memang sangat banyak di area ini, sehingga limbah kotoran hewan tidak lagi di buang ke sungai, yang nantinya menjadi masalah baru yaitu pencemaran lingkungan,” jelas Ujang.

Pihaknya juga menyebutkan, bahkan rumah kompos juga merupakan sarana untuk edukasi, dimana di tempat ini dijadikan pelatihan secara langsung teruntuk warga dan peternak, agar kandang menjadi lebih bersih dan sehat serta mengurangi pencemaran lingkungan.

Baca Juga  Satbrimob Polda Jabar gelar patroli malam di Cipanas untuk jaga situasi kamtibmas

“Manfaat lainnya adalah, warga yang turut bergerak mengolah kotoran hewan menjadi pupuk kompos sudah pasti, jika di kelola dengan serius hal tersebut akan menjadi pemasukan tambahan secara ekonomi, karena pupuk kompos dapat di jual dan sangat bermanfaat bagi sektor pertanian,” tandasnya.