Gelar Unjuk Rasa, Ahli Waris Djajadi Karta Minta BPN Kota Bandung, Jelaskan Penerbitan HGB Apartemen GAA

Polhukam87 Dilihat

Kota Bandung, Sekilasbandungraya.com – Ahli Waris Djajadi Karta Bin Arsadidjaja Gelar Unjuk Rasa ke Kantor BPN Kota Bandung Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung. Rabu (2/2/2022).

Unjuk rasa tersebut, terkait BPN Kota Bandung menerbitkan HGB terhadap Appartemen Grand Asi Afrika (GAA) Kota Bandung.

Menurut N.Yuyu Yuningsih salah satu perwakilan ahli waris mengatakan, lahan Appartemen Grand Asia Afrika merupakan milik Djajadi Karta Bin Arsadidjaja pemilik surat Eigendom Verponding No. 6014.

“Kami selaku ahli waris mempunyai surat bukti tertulis atas nama Djajadi Karta Bin Arsadidjaja. Bahkan pemerintah sudah mengakui bahwa tanah itu ada ahli warisnya”. Tuturnya.

Baca Juga  Sultan Junaidi Ketum PAI Apresiasi Putusan MK Terkait Masa Jabatan Pimpinan Organisasi Advokat

Sebelumnya, pihak ahli wali waris melalui kuasa hukumnya LBH Elang Maut mengirimkan surat kepihak BPN Kota Bandung, namun saat ini belum ada jawaban.

“Kami sudah mengirim kan surat ke pihak BPN, namun Saat ini masih belum menjawab surat dari kuasa hukum kami. Ternyata Ini ada apa dengan pihak BPN”. Tegasnya.

Untuk itu, pihak ahli waris meminta keadilan dari Pihak BPN untuk diklarifikasi dengan pihak Grand Asia Afrika atas dasar berdirinya bangunan tersebut.

“Kami minta keadilan dan Pihak BPN harus membuktikan atas dasar keluarnya Hak Guna Bangun (HGB) Grand Asia Afrika”. Tandasnya.

Baca Juga  Emak-emak Karawang Kagum Figur Ganjar: Dia Mengangkat Derajat Wanita

Sementara itu, Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran BPN Kota Bandung Eddy Sofyan, S.H, menyampaikan, pihaknya menerima perwakilan para ahli waris dari Djajadi Karta Bin Arsadidjaja yang mempertanyakan penerbitan Hak Guna Bangun (HGB) Appartemen grand Asia Afrika.

“Mereka (Ahli Waris) mengklaim, bahwa tanah itu miliknya atas dasar surat Eigendom Verponding No. 6014. Namun kami akan tampung dan ditindaklanjuti”. Ujarnya.

Terhadap permasalahan itu, Eddy juga menjelaskan, bahwa pihak ahli waris pernah melayangkan surat ke BPN Kota Bandung terkait tindak-lanjut persidangan yang dilakukan para ahli waris.

Baca Juga  Berasal Dari Keluarga Ulama, Ganjar Didukung Ribuan Santri Cirebon

“Dalam persidangan itu, mereka (Para Ahli Waris) kalah dan dimenangkan oleh Grand Asia Afrika (GAA). Namun para ahli waris menemukan bukti Baru yang mendasar kepada Eigendom Verponding No. 6014.”. Jelasnya.

Atas dasar surat itu, lanjut Eddy pihak ahli waris berdiskusi dan mempertanyakan ke absahannya. Namun setelah melakukan diskusi para ahli waris menginginkan audensi kembali dengan kuasa hukumnya.

“Mereka mempertanyakan keabsahan surat itu, dan melakukan audensi dengan kuasa hukumnya. Karena hari ini kuasa hukumnya tidak hadir, maka akan dijadwalkan kembali untuk melakukan audensi”. Pungkasnya.

(SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *