Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Pemerintahan12 Dilihat

Kota Bandung, Sekilasbandungraya.com – Memasuki pertengahan masa kepemimpinannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terus mendorong penanganan persoalan kota yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Pendekatan ini dilakukan melalui komunikasi langsung dengan warga, penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, serta penentuan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Dalam wawancara khusus bersama Tribun Jabar Network, Sabtu, 24 Oktober 2026, Farhan menjelaskan bahwa persoalan yang banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan infrastruktur, terutama jalan, drainase, dan penerangan jalan umum.

“Paling banyak adalah infrastruktur. Pertama, jalan. Kedua, drainase. Ketiga, penerangan,” ujar Farhan.

Menurutnya, peninjauan langsung dan dialog bersama masyarakat diperlukan agar pemerintah dapat memahami persoalan yang dihadapi setiap wilayah. Dengan demikian, penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Baca Juga  Atasi Masalah Sampah, SD Ar Rafi Hadirkan Kang Pisman, Bank Sampah, Loseda, Hingga Sedekah ke Bebek

Berbagai persoalan tersebut memerlukan penanganan terukur karena berkaitan langsung dengan kenyamanan, aksesibilitas, keamanan, hingga upaya mengurangi risiko banjir.

Dalam pelaksanaannya, penentuan skala prioritas dan koordinasi lintas pemerintahan menjadi bagian penting, terutama untuk persoalan yang membutuhkan dukungan serta kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penanganan banjir. Farhan menilai, persoalan ini memerlukan pendekatan terintegrasi melalui pengelolaan saluran air, kolam retensi, sumur imbuhan, dan rumah pompa.

Karakteristik wilayah dan keterkaitan aliran air dengan daerah sekitar membuat penanganan banjir perlu disesuaikan dengan kondisi setiap kawasan. Karena itu, perencanaan teknis dan koordinasi antarpemerintah diperlukan untuk menentukan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

Baca Juga  Pemkot Bandung Siap Dukung dan Sukseskan Sensus Pertanian 2023

Di sisi lain, Farhan turut menyoroti pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan Kota Bandung yang perlu terus diperkuat.

Mempertahankan Identitas Kota Kreatif

Pemkot Bandung berupaya mempertahankan identitas Bandung sebagai kota kreatif sekaligus membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Pengembangan potensi tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan pelaku, infrastruktur pendukung, hingga peluang pasar.

Salah satu pendekatan yang turut dibahas adalah pengembangan wisata pendidikan dengan memanfaatkan keberadaan perguruan tinggi dan ekosistem pendidikan di Kota Bandung.

Di bidang ketenagakerjaan, Pemkot Bandung juga berupaya memperluas peluang bagi generasi muda melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan yang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga  Bambang Tirtoyuliono Resmi Dilantik Jadi Pj Wali Kota Bandung, Bey Sampaikan Pesan Khusus

Salah satunya melalui inisiatif SMK Global yang diarahkan untuk membuka peluang bagi tenaga kerja terampil, termasuk akses terhadap kesempatan bekerja di luar negeri.

Farhan menilai, pembangunan Kota Bandung tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan jangka pendek. Program pembangunan juga perlu dirancang secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan tersebut.

Melalui pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan warga dan didukung kolaborasi lintas sektor, Pemkot Bandung terus mendorong pembangunan yang responsif terhadap persoalan masyarakat sekaligus memperkuat potensi kota untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan