Pemanfaatkan 26 Ribu Hektare Lahan, Perhutani Tanami 20 Juta Bibit Pinus

Berita24 Dilihat

Bandung, sekilasbandungraya.com  – Perum Perhutani mengakselerasi komitmen pengelolaan hutan lestari dan perbaikan kualitas lingkungan secara berkelanjutan, dengan menyiapkan 20.479.182 plances (plc) bibit tanaman berkualitas tinggi pada musim tanam 2026.

Kesiapan pasokan bibit ini ditujukan untuk memenuhi target Rencana Pelaksanaan Tanaman Tahun 2026 seluas 26.007,33 Hektar (Ha), yang tersebar di 57 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) di wilayah kerja Perhutani.

Seperti yang digelar Perhutani KPH Bandung Utara, tepatnya di kawasan Cikole, Kecamatan Lembang Bandung Barat, Perhutani Bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN melakukan aksi tebar benih pinus sebagai awal dari fase penyemaian bibit pinus, guna menyambut musim tanam mendatang.

Baca Juga  Tedy Rusmawan Ingatkan Kembali Pentingnya Pelestarian Lingkungan di Kota Bandung

“Penyemaian ini merupakan upaya Perhutani sebagai pengelola hutan di Pulau Jawa untuk memastikan pasokan bibit unggul yang akan terus menghijaukan hutan tetap terjaga,” kata Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum BP BUMN, Muhammad Khoerur Roziqin.

Aksi tebar benih pinus ini juga dilakukan di 26 KPH lain, dengan total 162 Kg benih pinus. Penyediaan jutaan bibit ini mencakup 31 jenis tanaman, yang terdiri dari kelompok tanaman kayu kehutanan (seperti jati, pinus, mahoni, dan sengon), tanaman multi-guna (Multi-Purpose Tree Species/MPTS), serta tanaman konservasi.

Baca Juga  Patroli Malam Brimob Jabar di Cipanas, Wujud Nyata Hadirkan Rasa Aman bagi Masyarakat

“Keanekaragaman jenis tanaman ini disesuaikan dengan kesesuaian lahan, kondisi iklim setempat, serta karakteristik ekologis masing-masing KPH,” ujar Khoerur.

Dia menilai, Perhutani sebagai Perusahaan Umum yang mendapat mandat untuk mengelola hutan negara, telah menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian hutan.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan, YB Priyatmo Hadi, mengatakan kegiatan media engagement memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk melihat secara langsung proses pengelolaan hutan dan berdiskusi dengan manajemen Perhutani serta para pemangku kepentingan.

“Tujuannya adalah bagaimana teman-teman media bisa memiliki ruang untuk mengetahui langsung, bukan hanya membaca berita atau mendengarkan berita, tetapi melihat langsung di lapangan dan berdiskusi langsung dengan manajemen Perhutani, dan termasuk dengan stakeholder-nya,” ucap Priyatmo.

Baca Juga  Pangdam III/Siliwangi Dampingi Kasad Canangkan "Agro Forestry"

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi jurnalis untuk melihat proses bisnis Perhutani, mulai dari pembibitan, perawatan, penanaman, hingga kerja sama dengan masyarakat sekitar hutan

Transformasi pengelolaan Perhutani mencakup pengembangan bibit unggulan, penanaman, kerja sama dengan masyarakat, serta pengembangan perdagangan karbon. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus membuka sumber manfaat ekonomi yang berkelanjutan.**

Tinggalkan Balasan