“Literasi bukan sekadar soal membaca buku, tetapi juga memahami jati diri dan akar budaya kita. Sejarah Kota Bandung adalah bagian penting dari itu semua,” ujar Sekretaris Disarpus Kota Bandung, Medi Mahendra.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2025, dalam format Grand Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung. Pada momen itu, para finalis akan mempresentasikan visi, program, dan komitmen mereka dalam memajukan literasi di Kota Bandung.
Sementara itu Titin Supriatin, Plt. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca menyampaikan, apresiasinya atas kolaborasi yang solid antara Disarpus dan Paguyuban Duta Baca.
“Kami bangga atas kolaborasi apik ini. Sinergi yang terbangun membuktikan bahwa gerakan literasi di Kota Bandung tidak hanya bertahan, tetapi terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.
Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2025 bukan hanya seleksi, tapi gerakan membangun masa depan lewat kekuatan literasi. Sebuah upaya kolektif untuk melahirkan generasi muda yang mampu membaca, berpikir kritis, dan bertindak bijak di tengah tantangan zaman.







