Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Persiapan Peresmian Pengolahan Sampah Komandan Sektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si bersama Direktur Manager PT Sparta Guna Sentosa Gani Gunawan laksanakan pengecekan Mesin Olah Sampah (MOTAH-1) yang bertempat di Kp Cibedug girang Ds Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Jum’at (10/03/23).
Sampah untuk saat ini sudah menjadi permasalahan clasik yang tidak ada habisnya menjadi perbincangan dan pembahasan, banyak solusi di sodorkan namun masih belum 100% dapat menuntaskan permasalahan sampah.
Sektor 7 Satgas Citarum Harum berkolaborasi dengan pelaku usaha dan kewilayahan mencari solusi terbaik guna meminimalisir sekaligus menuntaskan permasalahan sampah terkhusus yang berada di wilayah kerja Sektor 7.
Pada kesempatannya, saat di konfirmasi Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat menyampaikan, kami terus melakukan pengecekan Mesin Olah Runtah (MOTAH-1) ini, agar di saat peresmian nanti yang langsung akan di saksikan baik oleh Gubernur Selaku Dansatgas Citarum Harum maupun Pangdam III/Siliwangi selaku Wadansatgas 1 Citarum Harum mesin ini dapat berfungsi dengan baik.
“Kenapa kami melibatkan pelaku usaha, karena di dalam Perpres di tuangkan bahwa dalam Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum pada Bab VII Partisipasi Masyarakat, Pasal 18 yang berbunyi (1) Masyarakat berpartisipasi dalam upaya pencegahan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan, serta pemulihan DAS Citarum. (2) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas individu, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, filantropi, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.
Dilanjutkannya, Terkait sampah apa hubungannya? wilayah kerja kami erat hubungannya dengan sungai besar yaitu Citarum, permasalahan sampah ini jika kita tidak selesaikan di darat, maka sampah yang ada dan selama ini juga terus mengalir dan memenuhi area sungai.
“Artinya warga masyarakat menginginkan hal yang praktis, limbah rumah tangga yang seharusnya di angkut, karena ingin cepat, mereka buang ke sungai, maka dari itu kami secara pentahelix mencoba memberikan solusi yang terbaik terkait bagaimana cara mengelola sampah dan mengolahnya sehingga yang tadinya sesuatu yang tidak berguna menjadi hal yang sangat bermanfaat,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya kembali, jika peresmian nanti berjalan lancar, dan mesin ini bekerja dengan baik sesuai dengan harapan kita semua, maka langkah selanjutnya kami akan membuat jadwal pendistribusian sampah ke area ini, sehingga tidak sembarang waktu, dari desa-desa yang ada di wilayah kerja kami terus mengirim sampah untuk di bakar.
“Semoga, mesin ini bisa benar-benar menjadi harapan kita semua, terkait penuntasan atau minimnya mengurangi dapak sampah yang sekarang memang sudah tidak bisa di kendalikan lagi sehingga sampah sudah mulai menggunung di sana sini, yang dapat menjadi sumber penyakit bagi kesehatan kita semua,” tandas Nurjanah.







