Pemkot Bandung dan Baznas Salurkan Bantuan Rp2,032 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Sosial14 Dilihat

Bandung, sekilasbandungraya.com – Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai sekitar Rp2,032 miliar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan dari berbagai unsur masyarakat Kota Bandung, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), warga Kota Bandung, hingga Bank BJB. Selanjutnya, bantuan dititipkan kepada Baznas RI untuk dikelola dan disalurkan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Ketua Baznas Kota Bandung, Momon Ahmad Imron Sutisna mengatakan, bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa, terutama dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.

“Bantuan yang diserahkan meliputi biaya dan sarana pendidikan bagi anak-anak yang masih bersekolah, pendirian masjid, penyediaan hunian sementara, serta kebutuhan hidup berupa sembako,” ujar Momon, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Momon, penghimpunan dana dilakukan Baznas Kota Bandung. Sedangkan proses pengelolaan dan penyaluran di lokasi bencana dilakukan oleh Baznas RI. Skema tersebut dilakukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan asesmen di lapangan.

Baca Juga  Posko Bersama untuk Korban Bencana Gempa Kabupaten Cianjur Salurkan Bantuan dan Laksanakan Giat SAR

“Pelaksanaan penyaluran bantuan di lokasi dikelola sepenuhnya oleh Baznas RI. Hari ini kami menyerahkan dan melihat langsung bantuan dalam bentuk fisik yang telah disiapkan oleh Baznas RI,” katanya.

Momon menyebutkan, total dana yang dititipkan kepada Baznas RI mencapai kurang lebih Rp2,032 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk sejumlah program bantuan dan tidak hanya dipusatkan di satu titik, meski sebagian besar penyaluran dilakukan di Kampung Waso.

Rincian program bantuan telah disampaikan oleh Direktur Pendistribusian Baznas RI dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Semoga bantuan dari warga Kota Bandung dapat bermanfaat, khususnya bagi warga Kabupaten Manggarai Timur. Mengingat kebutuhan di sana masih sangat besar, kami berharap kepedulian warga Kota Bandung dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian Baznas RI, H. Ahmad Fikri, mengatakan, pihaknya bersama Baznas Kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung, dan Bank BJB menyerahkan sejumlah program bantuan untuk mendukung masyarakat memasuki masa pemulihan pascagempa.

Baca Juga  Jum'at Menanam Kolaborasi KTPM, Dinas Kehutanan Jabar, Tamalago dan KIM Cibangkong

Bantuan tersebut antara lain berupa masjid darurat, hunian sementara, paket logistik keluarga berupa sembako, serta perlengkapan sekolah.

“Wilayah ini memang sangat membutuhkan, karena terlihat langsung banyak reruntuhan dan puing-puing bangunan akibat gempa,” kata Ahmad Fikri.

Ia menjelaskan, penanganan pascagempa saat ini mulai memasuki fase pemulihan awal atau early recovery. Pada fase tanggap darurat sebelumnya, bantuan lebih difokuskan pada kebutuhan mendesak seperti layanan kesehatan, dapur umum, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK)

Seiring masuknya masa pemulihan awal, kebutuhan masyarakat mulai bergeser pada pembangunan kembali sarana pendukung kehidupan sehari-hari. Salah satunya penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa.

Selain itu, fasilitas umum yang mengalami kerusakan juga membutuhkan penanganan. Baznas RI turut memberikan dukungan untuk penyediaan ruang kelas darurat bagi sekolah yang terdampak serta masjid darurat untuk menggantikan tempat ibadah yang mengalami kerusakan.

“Bantuan yang dibutuhkan saat ini adalah hunian sementara, bangunan fisik darurat seperti ruang kelas bagi sekolah yang hancur, dan masjid darurat bagi tempat ibadah yang rusak agar masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Baca Juga  Penyaluran CPP Capai 66 Persen, Pemkot Pastikan 143 Ribu Keluarga Terima Bantuan Pangan  

Tak hanya pembangunan fasilitas darurat, Baznas RI juga masih menyalurkan paket logistik keluarga. Bantuan tersebut dinilai tetap dibutuhkan karena kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih setelah bencana.

“Warga masih fokus membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan sekolah anak. Layanan kesehatan juga tetap berjalan, mengingat warga masih tinggal di tenda darurat dan kondisi fisik mereka cukup terganggu,” kata Ahmad Fikri.

Ia menambahkan, dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. Baznas RI masih membuka ruang dukungan dan pendampingan selama proses pemulihan berlangsung.

Pendampingan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun, bergantung pada perkembangan kondisi masyarakat dan proses pembangunan kembali pascabencana.

“Kami memperkirakan dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan masih perlu mendampingi mereka agar bisa pulih dan beraktivitas kembali seperti semula,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan