Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Dalam rangka monitoring dan evaluasi kemajuan dan pencapaian PPK DAS Citarum, Komandan Sektor 7 Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si dampingi Staf Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenkomarves) peninjauan Mesin Olah Runtah (Motah-1) Siliwangi di Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot. Senin (21/08/23).
Terlihat di lokasi Asisten Deputi IV Pengelolaan DAS dan Konservasi SDA Dr. M Saleh Nugrahadi, Kepala BBWS Citarum Jawa Barat Ir. Bastari, M.Eng, Kalakhar Satgas Citarum Harum Mayjen (Purn) Dedi Kusnadi Tamim, Dansektor 7, Waaster Letkol Kav Dedi Setiadi beserta jajaran, Kades Cangkuang Wetan Asep Kusmiadi, S.Pd.,M.Pd dan Gani Gunawan PT. Sparta Guna Sentosa
Disela peninjauannya saat diwawancarai M Saleh Nugrahadi menyampaikan, hari ini kami berkunjung ke Sektor 7 Citarum Harum Desa Cangkuang Wetan, dan kami melihat langsung bagaimana operasional MOTAH dan pola penataan sampah di Desa Cangkuang Wetan.
“Kalau saya lihat di kawasan sekitar sini bagus pengeloaan sampahnya, terutama ada juga pemanfaatan lain. Saya kira tinggal masalah izin lingkungan mudah-mudahan bisa lolos, kalau ini lolos bisa jadi contoh di tempat lain bisa di duplikasi,” jelasnya.
Sementara terkait persiapan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Asisten Deputi IV Pengelolaan DAS dan Konservasi SDA belum bisa memastikan dan mengambil keputusan akan dilaksanakannya di mana.
Dilanjutkan Dansektor 7 Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat menambahkan, peninjauan hari ini betul-betul diluar jadwal dan kami tidak menduga jika Sektor 7 Citarum Harum akan kedatangan Staf Kemenkomarves.
“Namun kami selaku Satgas tentunya harus siap kapan pun itu, sehingga bisa dengan segera kami menyambut sekaligus mendampingi Staf Kemenkomarves,” ucap Nurjanah.
Masih kata Nurjanah Suat, dari apa yang tadi sudah di tinjau tentunya Staf melihat seberapa baik cara beroperasi Motah yang ada di Desa Cangkuang Wetan ini, dan sudah menyelesaikan berapa banyak sampah semenjak adanya Motah.
“Tentunya kami Sektor 7 dan kewilayahan berharap hadirnya Motah bisa benar-benar menjadi solusi terkait permasalahan sampah dan seperti yang di katakan Staf Kemenkomarves setelah lolos perijinan Motah bisa di duplikasi dan menjadi solusi sampah habis di desa masing-masing,” tandasnya.







