Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Permasalahan sampah merupakan masalah clasik yang kerap terjadi di berbagai daerah, solusi dan terobosan guna penuntasannya pun terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penumpukan di salah satu tempat atau TPS.
Dalam hal ini Sektor 7 Citarum Harum beserta para pengusaha dan unsur kewilayahan, menyamakan misi dan visi serta program agar penuntasan masalah sampah bisa habis di wilayah atau desa nya masing-masing.
Sebut saja Motah (Mesin Olah Runtah) mesin pembakaran sampah atau yang biasa di sebut insinator hadir guna memberikan sulusi permasalahan masyarakat terkait penanganan sampah.
Maka dari itu kehadiran Motah tentu harus ada pengawasan yang signifikan agar perkembangan dan daya bakar yang di hasilkan bisa lebih terkontrol, bahkan berdasarkan kemapuannya, Motah bisa membakar sebanyak 15 ton/harinya.
Motah yang berada di Kp. Ciguriang, Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kab. Bandung merupakan salah satu percontohan penuntasan masalah sampah bisa habis di desa masing-masing. Selasa (30/05/23).
Dansektor 7 Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si bersama DLH Kab Bandung, dan HRD PT. Sparta Guna Sentosa melaksanakan pengecekan Motah pastikan mesin beroperasi dengan maksimal.
Pada kesempatannya Dansektor mengatakan, pengecekan kami lakukan secara rutin, guna memastikan fungsi Mesin Olah Runtah yang ada di sini dapat beroperasi dengan baik.
“Selain dari itu kami juga terus mengobservasi, baik sampah yang masuk setiap harinya dan dari pengolahan yang di hasilkannya, sehingga kami dapat mengetahui seberapa kuat mesin ini dapat membakar sampah perharinya,” ucap Nurjanah Suat.
Dilanjutkannya, selain dari mesinnya, tentunya kami harus melihat juga SDM yang ada, jangan sampai, saat kiriman sampah masuk para pengelolanya tidak maksimal, maka dari itu kerap kami adakan dialog dengan pengelola, jika memang ada kendala dapat segera dikomunikasikan.
“Tentunya kami selaku Satgas memberikan himbauan juga, mari kita benahi lingkungan kita, dengan melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah, sehingga pada saat masuk ke pengolahan, sampah bisa dengan cepat dilakukan pembakaran, dan hal itu akan mengefisienkan waktu,” tandas Nurjanah Suat.







