Heli Karhutla Jatuh Lagi, 3 Awak Selamat

Berita16 Dilihat

Barito, SBR – Misi langit pemadaman karhutla kembali memakan korban. Sebuah helikopter Super Puma sewaan BNPB jatuh di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Minggu (8/11/2026) siang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.58 WITA. Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma dengan registrasi VH-HGM itu dilaporkan kehilangan kendali sesaat setelah melakukan pengambilan air menggunakan bambi bucket untuk operasi water bombing.

Informasi awal diterima jejaring relawan pada pukul 12.21 WITA. Laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Baca Juga  "BISIK" Binong Seni dan Kreasi, Kreativitas Karta Binong Cinta dan Bakti Melalui Karya Seni

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut tiga kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Tiga orang kru berhasil dievakuasi dan unit heli sudah dievakuasi ke pinggir sungai,” ujar Berton.

Ketiga kru tersebut adalah Michael John Betteridge (WNA Australia), Hugh Andrew John (WNA Selandia Baru), dan Yayan (WNI).

Insiden ini menambah daftar kelam operasi udara karhutla. Empat hari sebelumnya, Rabu (4/11/2026), helikopter MI-17V5 HA-5235 milik TNI AD juga jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah saat misi water bombing di Taman Nasional Tanjung Puting. Dalam kejadian itu, tiga prajurit gugur.

Baca Juga  Herry Wirawan Pelaku Rudapaksa 13 Santriwati, di Penjara Seumur Hidup

Dua kecelakaan dengan pola yang sama, pada misi yang sama, dan pada jam yang hampir sama, memunculkan pertanyaan kritis terkait standar keselamatan operasi water bombing di tengah kepungan asap karhutla.

Hingga kini penyebab pasti kedua kecelakaan masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat menunggu keterangan resmi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan