Kenapa Kita Lebih Takut Setan di Film Horor, Daripada Teman yang Ngajak Maksiat? Padahal Sama-sama Setan

Artikel12 Dilihat

SBR – Pernah mikir gak?

Kita kalau nonton film horor, lihat pocong, kuntilanak, genderuwo lewat di layar, langsung merinding. Teriak. Tutup mata. Istighfar kenceng. Bahkan ada yang sampai gak berani ke kamar mandi sendirian.

Tapi giliran ada teman yang ngajak bolos sholat, ngajak buka aurat, ngajak ghibah, ngajak pacaran, ngajak judol, ngajak mabuk, ngajak ngomong kasar… kita santai aja. Ketawa bareng. Bahkan kita ikutin.

Padahal kata sahabat ahli tafsir, Ibnu Abbas RA, keduanya sama-sama SETAN.

“Setan itu adalah yang mengajak kita dalam keburukan & maksiat. Setan itu ada 2 jenis: Dari golongan manusia dan Jin. Yang paling bahaya, setan dari golongan manusia.”

Allah pun sudah kasih bocoran final di surat paling terakhir dalam Al-Qur’an:

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“Dari golongan jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 6)

Artinya, Al-Qur’an ditutup dengan peringatan: hati-hati, setan itu tidak hanya yang tak terlihat, tapi juga yang terlihat, yang duduk di sebelahmu.

Baca Juga  Bansos dan Persoalan DESIL/DTSEN: Jangan Sampai Rakyat Miskin Kehilangan Haknya

1. Kenapa Kita Takut Setan Film Horor?

Karena otak kita dilatih takut sama yang visual. Setan film horor itu serem bentuknya, serem suaranya. Dia menakut-nakuti mata.

Padahal, dalam Islam, setan jin itu lemah. Senjatanya cuma satu: was-was. Dia berbisik di dada. Kalau kita baca Ta’awudz, wudhu, dzikir, baca ayat Kursi, dia lari terbirit-birit.

Rasulullah SAW bersabda, setan itu akan lari ketika mendengar adzan.

2. Kenapa Kita Gak Takut Setan Manusia? Padahal Lebih Bahaya.

Karena setan manusia tidak menakut-nakuti. Dia menyenangkan.

Dia datang dengan kalimat manis:
“Udah, sekali aja, gak apa-apa.”
“Gak gaul lu kalau gak ikut.”
“Semua orang juga begini.”
“Yang penting happy.”

Setan jin mengajak kita takut.
Setan manusia mengajak kita berani maksiat.

Setan jin bikin kita lari dari tempat gelap.
Setan manusia bikin kita lari dari masjid, dari majelis ilmu, dari orang tua.

Baca Juga  PASAR DIGITAL (Ketika Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok bukan sekadar Aplikasi): Belajar dari Rasullulah Membangun Pasar Manakhah

Inilah kenapa Ibnu Abbas bilang yang paling bahaya adalah setan dari golongan manusia. Karena kalau kita ikut setan jin, paling kita merinding. Tapi kalau ikut setan manusia, kita bisa kehilangan iman, kehilangan masa depan, bahkan kehilangan surga.

3. Ciri-Ciri Setan Manusia di Zaman Now

Gak harus bertanduk. Cek saja 3 hal ini:

Pertama, dia mengajakmu menjauh dari Allah. Sholat jadi bolong gara-gara dia. Ngaji jadi males gara-gara dia.

Kedua, dia menormalisasi maksiat. Awalnya malu buka aurat, lama-lama bangga. Awalnya takut pacaran, lama-lama pamer. Awalnya jijik sama ghibah, lama-lama jadi hobi.

Ketiga, dia meninggalkanmu saat kamu hancur. Teman maksiat itu setia saat senang-senang, tapi hilang saat kamu kena masalah, kena azab, kena sesal.

Allah gambarkan di hari kiamat nanti, teman seperti ini akan saling menyalahkan: “Ya Allah, dia yang menyesatkan aku!” (QS. Al-Furqan: 28-29)

4. Lalu Harus Gimana?

Baca Juga  Iman Yang Terkubur Perlahan

Di waktu ijabah Jumat sore ini, ini waktunya kita audit circle.

Bukan berarti kita benci manusia-nya. Kita benci ajakannya. Kita doakan dia dapat hidayah. Tapi kita harus berani tegas: Unfollow ajakannya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya. Maka lihatlah siapa teman dekatmu.” (HR. Abu Daud)

Kalau temanmu mengajak ke surga, pertahankan mati-matian.
Kalau temanmu mengajak ke neraka, tinggalkan sebelum terlambat.

Jangan takut dibilang kuper, gak asik, sok alim. Lebih baik dibenci setan manusia, daripada dibenci Allah.

Doa Jumat Sore Ini:

Ya Allah, tunjukkan kepada kami mana teman yang menjadi setan manusia yang menjerumuskan kami.
Jauhkan kami dari mereka, dan dekatkan kami dengan teman-teman yang menarik tangan kami ke surga-Mu.
Di waktu mustajab ini, ampunilah kami yang sering lebih takut pada setan film horor, tapi lalai pada setan manusia di sekitar kami.

Aamiin.

 

Tinggalkan Balasan