Iman Yang Terkubur Perlahan

Artikel15 Dilihat

SEKILASBANDUNGRAYA – “Iman tidak selalu hilang karena dosa besar, terkadang ia perlahan menghilang, terkubur oleh rutinitas yang terasa wajar”

Kita selalu mengira iman itu hilang karena dosa besar. Karena zina, karena mabuk, karena meninggalkan shalat secara terang-terangan.

Padahal tidak selalu begitu.

Iman seringkali hilang bukan dengan ledakan, tapi dengan kebocoran kecil yang tidak kita sadari.

1. Rutinitas yang Membunuh Rasa

Bangun tidur – scroll HP – kerja – nongkrong – tidur lagi. Shalat? Masih. Tapi hanya gerakan tanpa rasa. Ngaji? Pernah, tapi sudah lama tidak menyentuh hati.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya iman itu bisa usang di dalam hati kalian sebagaimana usangnya pakaian. Maka mohonlah kepada Allah agar memperbarui iman di hati kalian.” (HR. Al-Hakim)

Pakaian tidak robek sekaligus. Ia menipis pelan-pelan karena dipakai terus tanpa dirawat. Begitu juga iman.

Baca Juga  Ahmad Fanji Daru Warsita "Ki Gembong", Terbar Kebajikan Melalui Medsos

2. Kenapa Rutinitas yang “Wajar” itu Berbahaya?

Karena ia tidak terasa seperti maksiat.

Saat kamu berzina, hatimu masih bergetar. Saat kamu mencuri, nuranimu masih menolak.

Tapi saat kamu menjalani hari tanpa dzikir, tanpa doa, tanpa Al-Qur’an, tanpa pernah bertanya “untuk apa hidup ini?” — kamu tidak merasa bersalah. Karena semua orang juga begitu.

Inilah yang disebut Istidraj yang halus. Allah biarkan kita nyaman dalam kelalaian, hingga kita lupa bahwa kita sedang jauh.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.” (QS. Ali ‘Imran: 102)

Baca Juga  Ki Gembong: Membawa Ketenangan di Era Digital

Haqq tuqaatihi bukan hanya takut dosa besar, tapi takut menjadi hamba yang hambar.

3. Ciri Iman yang Sedang Terkikis Rutinitas

Coba cek diri kita :

– Shalat tepat waktu, tapi tidak pernah merasakan kehadiran Allah

– Bisa berjam-jam nonton, tapi 5 menit baca Qur’an terasa berat

– Lebih sedih ketinggalan trend daripada ketinggalan shalat malam

– Doa hanya formalitas, bukan curhat

Jika iya, mungkin imanmu tidak hilang. Tapi ia sedang terkubur.

4. Bagaimana Menggalinya Kembali?

Iman yang terkubur tidak butuh dosa besar untuk dihancurkan, tapi ia butuh amal kecil yang konsisten untuk dihidupkan kembali.

Baca Juga  Bansos dan Persoalan DESIL/DTSEN: Jangan Sampai Rakyat Miskin Kehilangan Haknya

a. Sengaja ganggu rutinitasmu. Selipkan 2 rakaat Dhuha di tengah kerja. 1 halaman Qur’an sebelum buka Instagram.

b. Hidupkan khalwat. 10 menit sehari tanpa HP, hanya kamu dan Allah.

c. Cari teman yang mengingatkan. Karena rutinitas wajar itu menular, begitu juga keimanan.

d. Perbarui niat. Jadikan rutinitas yang wajar itu sebagai ibadah. Kerja niat karena Allah, istirahat niat agar kuat taat.

Iman itu seperti tanaman. Dosa besar adalah api yang membakarnya seketika. Tapi rutinitas yang lalai adalah kemarau panjang yang membuatnya layu perlahan tanpa disadari.

Jangan tunggu hatimu kering kerontang untuk kembali.

Mulailah hari ini, dengan satu sujud yang lebih lama dari biasanya.

 

Oleh: Subchan Daragana

Tinggalkan Balasan