DEPOK,sekilasbandungraya.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menutup Pelatihan Peningkatan Kemampuan Raid Planning Execution (RPE) Direktorat Penindakan dan Pengejaran (Dakjar) Deputi Bidang Pemberantasan dengan simulasi operasi taktis di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Dalam simulasi tersebut, personel Direktorat Dakjar memperagakan operasi penindakan terhadap sindikat peredaran gelap narkotika yang diduga mengendalikan peredaran sabu.
Aksi diawali dengan kejar-kejaran hingga pengepungan kendaraan yang dikendarai terduga pelaku. Setelah berhasil diamankan, petugas melakukan pengembangan dengan menggerebek sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penyimpanan sekaligus pusat distribusi narkotika.
Dalam penggerebekan tersebut, para pelaku melakukan perlawanan hingga terjadi baku tembak. Berkat tindakan cepat dan terukur, situasi berhasil dikendalikan dan para tersangka beserta barang bukti diamankan.
Simulasi RPE menjadi puncak rangkaian pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Senin (3/8/2026). Para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari penyusunan rencana operasi, pengambilan keputusan secara cepat, koordinasi antartim, hingga pelaksanaan penindakan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel dan masyarakat serta kepatuhan terhadap prosedur.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan profesionalisme, kedisiplinan, dan kesiapan personel menjadi fondasi penting dalam menghadapi operasi pemberantasan narkotika, khususnya operasi dengan tingkat risiko tinggi.
Suyudi juga mengingatkan seluruh personel untuk menerapkan prinsip zero error dalam setiap pelaksanaan operasi guna mencegah jatuhnya korban, baik dari kalangan petugas maupun masyarakat.
“Kita harus mengedepankan prinsip zero error dalam setiap operasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, baik dari anggota kita sendiri maupun masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh personel untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh, mengasah kemampuan teknis, memperkuat fisik dan mental, serta tidak pernah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki,” tegas Suyudi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi personel di lapangan dapat jauh lebih berat dibandingkan situasi dalam latihan. Karena itu, kemampuan teknis, fisik, mental, serta koordinasi tim harus terus diasah.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNN RI turut menyerahkan penghargaan kepada tim terbaik kategori RPE dan Handling Suspect. Penghargaan juga diberikan kepada tiga peserta dengan keterampilan menembak perorangan terbaik, yakni Kompol Muhammad Nur Hamid Amaruddin, Brigadir Polisi Diah Ayuningrum, dan Ajun Inspektur Polisi Dua Ibnu Muttaqien.
Pelatihan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kemampuan personel Direktorat Dakjar dalam menghadapi berbagai tantangan operasi pemberantasan narkotika serta memastikan setiap tindakan di lapangan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur.
(Biro Humas BNN Pusat)













