Polda Jawa Barat Selidiki Dugaan Penculikan Bayi di RSHS, Perawat Langgar SOP

Bandung,sekikasbandungraya.com – Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan penculikan bayi yang diduga melibatkan seorang perawat berinisial N di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Kasus ini mencuat setelah seorang ibu bernama Nina Saleha nyaris kehilangan bayinya. Hingga kini, penyidik Direktorat PPA-PPO telah memeriksa delapan saksi, yakni Nina Saleha, suaminya berinisial RS, Direktur Medik dan Keperawatan berinisial IAR, Kepala Ruangan NHCU berinisial TH, penanggung jawab keamanan gedung MCHC berinisial DP, tenaga administrasi NHCU berinisial IHP, perawat berinisial J, serta N sebagai saksi terlapor.

Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa N telah melanggar prosedur operasional standar (SOP) rumah sakit dalam proses penyerahan bayi kepada keluarga.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Pangan, Rancasari Punya Kawasan Kampung Cengek dan Mangga

“Penyelidik sudah dapat memastikan bahwa Saudari N benar telah menyalahi SOP proses kepulangan atau penyerahan pasien bayi,” ujarnya di Bandung, Kamis (30/4).

Dalam keterangannya, N mengaku menyerahkan bayi milik Nina Saleha kepada orang lain karena terdistraksi. Selain itu, N juga disebut menggunting gelang identitas bayi tanpa sepengetahuan orang tua.

Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Penyelidik masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti.

“Sampai saat ini, penyelidik belum bisa menyimpulkan apakah terdapat unsur pidana dalam kasus ini,” kata Hendra. (Le*)