Deteksi Dini Juga Gencarkan Edukasi, Sektor 22 Citarum Harum Sub 07 Patsu Sekaligus Komsos

Bandung, sekilasbandungraya.com – Deteksi dini aliran sungai dari potensi pencemaran dan banjir, Sektor 22 Citarum Harum Sub 07 laksanakan pemantauan sungai sekaligus edukasi warga jalankan aktivitas tanpa harus mengotori lingkungan. Senin, 6 Mei 2024.

Sejumlah aliran sungai yang berada diwilayah kerja Sub 07 tentunya sudah menjadi keharusan Satgas pada giat setiap harinya, memastikan bahwa aliran sungai dalam kondisi normal, baik dari bau dan warna air.

Selain itu Sub 07 kerap datangi kerumanan para siswa yang sedang belajar kelompok, meminta ijin waktunya sesaat untuk dapat menyampaikan, silahkan beraktivitas dengan nyaman dan santai dengan catatan sampah yang dibawa dari rumah agar dibuang ketempat sampah.

Baca Juga  Bebaskan Lingkungan Dari Sampah, Sub 1 Sektor 5 Terus Lakukan Pembersihan

Selain itu Sub 07 menegaskan, agar bisa menjadi generasi yang cinta akan kebersihan lingkungan, dengan cara menjelaskan sebab akibat terjadinya musibah terutama banjir dan penyakit.

Pada kesempatannya Sub 07 yang di pimpin oleh Serma Abdulloh Fauzi menyebutkan, giat hari ini kami laksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dan Patroli Sungai (Patsu), tujuannya adalah setelah lakukan pemantauan aliran sungai dan sungainya bersih, maka selanjutnya kami menyasar kepada individu agar dalam menjalankan aktivitasnya, sampahnya jangan dibuang secara sembarang.

“Untuk Patsu kami lakukan di Sungai Cipanjalu yang berada di wilayah RW. 02 dan 04 Cisaranteun Wetan, hingga Sungai Cinambo yang berada di RW. 06 Mekarmulya Kota Bandung,” jelas Abdulloh.

Baca Juga  Rakernis Bid Humas 2026, Kapolda Jabar Minta Jajaran Dukung Asta Cita

Dilanjutkannya, secara keseluruhan hasil pemantauan, debit air relatif kecil dan masih kami temukan sedikit sampah domestik, terkhusus wilayah RW. 02 dan 04 Cisaranteun pada Sungai Cipanjalu kami temukan adanya sedimentasi dan tumbuhnya rumput liar di badan sungai.

“Namun hal tersebut kami segera berkoordinasi dengan unsur kewilayahan agar dapat dikerjakan secara kolaborasi, guna terciptanya sungai yang bersih, rapih juga memberikan kehidupan yang sehat bagi kita semua,” pungkas Abdulloh.