Banjir Bandang di Desa Citengah Sumedang. Erwan : Akibat Maraknya Alih Pungsi Lahan

Berita89 Dilihat

Sumedang, Sekilasbandungraya.com – Banjir bandang yamg menerjang Desa Citengah, Sumedang Selatan, karena maraknya alih fungsi lahan di daerah resapan air. Hal tersebut di Katakan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat dihubungi via telepon selular, Kamis 5 Mei 2022.

Erwan mengatakan, bahwa daerah terdampak banjir bandang itu adalah desa yang berada di bawah eks perkebunan teh Margawindu-Cisoka, yang arealnya kini telah disulap menjadi vila-vila.

“Saya sudah peringatkan itu akan terjadi, karena hulu sungai sudah dirusak. Terlebih maraknya bangunan liar, vila-vila di sekitar Cisoka-Margawindu yang sebelumnya kebun teh sebagai daerah resapan”. Katanya.

Baca Juga  RW 08 Kebongedang Ciptakan Posyandu Multifungsi Lewat Pentahelix

Kang Erwan juga menerangkan, Pemkab Sumedang pernah mengadakan rapat untuk membahas penertiban bangunan liar di lokasi Cisoka. Ada rencana penertiban oleh Satpol PP, ternyata tidak terjadi.

“Saya sudah mengeluarkan surat peringatan melalui Satpol PP, tapi ada yang menahan, untuk tidak boleh dibongkar, sehingga rencana itu gagal”. Terangnya.

Menurutnya, ada harapan wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) mau turun tangan untuk membantu Pemkab Sumedang untuk menyelesaikan masalah alih fungsi lahan tersebut.

Kondisi yang lebih parah lagi, terang Kang Erwan, bangli itu sampai membuat bendungan buatan untuk menampung aliran sungai.

Baca Juga  Bergaya Arsitektur Tionghoa, Masjid Lautze 2: Pusat "Log In" di Kota Bandung

“Itu semua tidak ada izin dari Pemkab Sumedang. Karena tidak ada urgensinya”. Ujarnya.

Erwan berharap, semua pihak mulai dari pemerintah maupun masyarakat berkomitmen menjaga alam, yang telah diubah dikembalikan sesuai fungsinya.

“Saya bisa bertindak tegas, tapi hal itu perlu dukungan yang lebih kuat, dan lebih penuh dari masyarakat”. Tegasnya.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *