Tragedi di Flyover Kopo, Pria Ditemukan Meninggal Dunia

BANDUNG, sekilasbandungraya.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di bawah Flyover Kopo, Kota Bandung, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diduga terjatuh dari atas flyover. Dugaan sementara, pria tersebut sengaja melompat dari jembatan layang tersebut.

Seorang warga sekitar, Debi Yoga, mengatakan dirinya berada di seberang jalan ketika mendengar teriakan. Tak lama kemudian, ia melihat korban terjatuh dari atas flyover.

“Sebelumnya saya di seberang, posisi di seberang jalan. Kemudian saya dengar teriakan. Saya lihat korban ini jatuh dari atas,” kata Debi saat ditemui di lokasi.

Baca Juga  Destinasi Wajib Dikunjungi di Kawasan Jalan Braga Bandung

Menurut Debi, korban masih sempat bernapas setelah terjatuh. Ia kemudian bersama warga melihat kondisi korban hingga petugas tiba di lokasi.

“Kurang lebih setengah dua belas kejadiannya. Posisi korban masih ditemukan, saya pastikan masih bernapas ketika jatuh,” ujarnya.

Debi menyebut kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi tersebut. Seorang pria sempat diduga hendak melompat dari Flyover Kopo, tetapi berhasil dicegah oleh aparat dan warga.

“Yang sebelumnya sempat digagalin sama aparat sekitar. Kejadiannya malam Minggu kemarin, yang sempat diamankan, kemudian sempat diedukasi ke keluarga,” tuturnya.

Baca Juga  Kembalikan Fungsi Sungai dan Ciptakan Kerapihan, Sub 03 Sektor 22 Citarum Harum Giat Pembersihan

Korban diketahui merupakan seorang laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 26 tahun. Petugas belum menyampaikan identitas lengkap korban.

Tim Inafis Polrestabes Bandung kemudian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban dievakuasi menggunakan kantung jenazah untuk dibawa ke rumah sakit.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masalah dan tekanan hidup bukan sesuatu yang harus dihadapi sendirian. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera mencari bantuan dari keluarga, tenaga profesional kesehatan mental, atau layanan darurat setempat.*

Tinggalkan Balasan