TNI dan ADF Resmi Buka Fase Kedua Field Training Exercise Dalam Rangka Latihan Gabungan Terpadu 

Berita5686 Dilihat

Sekilasbandungraya.com, Lebak, Banten – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Australian Defence Force (ADF) secara resmi membuka Fase Kedua Field Training Exercise (FTX) dalam rangka Latihan Gabungan Bersama Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini Ausindo 2025, yang digelar mulai 27 hingga 30 Oktober 2025 di wilayah Lebak, Provinsi Banten.

Pembukaan latihan ditandai dengan upacara resmi yang dipimpin oleh Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Edi Saputra, S.I.P., M.Han., bertempat di Lapangan Dagul, Bayah, Lebak Selatan, Banten, Senin (27/10/2025).

Fase FTX kali tersebut difokuskan pada peningkatan interoperabilitas, komunikasi lintas institusi, serta koordinasi terpadu antara TNI dan ADF. Melalui skenario simulasi penanggulangan bencana, para peserta dari kedua negara berlatih dalam satu sistem komando terintegrasi guna memperkuat kecepatan, ketepatan, dan sinergi dalam menjalankan operasi kemanusiaan.

Baca Juga  Pekerja Tersengat Listrik Saat Perbaiki Videotron Konser di Arcamanik Bandung, Dievakuasi dari Ketinggian 12 Meter

Danrem 064/MY menegaskan bahwa latihan tersebut merefleksikan wajah baru TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif, serta berorientasi pada kepentingan rakyat, bangsa, dan dunia yang damai.

“Latihan ini bukan semata peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan empati, saling menghormati, dan rasa saling percaya antar prajurit dua negara sahabat,” ujar Danrem.

Latihan tersebut menunjukkan bahwa TNI selalu siap menjadi kekuatan yang hadir untuk rakyat, untuk kemanusiaan, dan untuk dunia yang lebih baik.

“Indonesia dan Australia berdiri berdampingan dalam semangat persahabatan, bekerja bersama untuk membangun dunia yang lebih tangguh dan damai,” tambahnya.

Baca Juga  Jaga dan Rawat Agar Berikan Hal Positif, Sektor 22 Citarum Harum Sub 04 Bebersih Sungai

Latihan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 merupakan simbol nyata kemitraan strategis antara TNI dan ADF dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat terhadap bencana, sekaligus mempererat kerja sama kemanusiaan serta persahabatan regional di kawasan Indo-Pasifik.

Nama “Bhakti Kanyini”, yang bermakna pengabdian tulus, mencerminkan semangat kemanusiaan dan kepedulian lintas batas. Latihan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan militer sejati tidak hanya diukur dari kemampuan bertempur, tetapi juga dari kesiapan untuk melindungi, membantu, dan melayani masyarakat saat menghadapi bencana alam.

Baca Juga  Direktur Ajudan Jendral TNI AD Resmikan Pembangunan Dan Revitalisasi Sarana Balai Bektram Subditbinsiap Lurja DITAJENAD

Latihan dihadiri oleh pengamat militer dari Amerika Serikat dan Timor-Leste, serta melibatkan berbagai lembaga nasional seperti BNPB, BPBD, BASARNAS, POLRI, dan PMI. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, di mana solidaritas dan kemanusiaan menjadi nilai utama yang melampaui batas negara. (Pendam III/Siliwangi)