Cegah Kasus DBD Meningkat, Dinkes Kota Bandung Imbau Warga Gerakan PSM dan Jumantik

Pemerintahan769 Dilihat

Bandung, sekilasbandungraya.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian mengimbau masyarakat untuk lebih aktif dalam upaya pemberantasan demam berdarah dengue (DBD). Hingga November 2024, tercatat sebanyak 7.310 kasus DBD terjadi di Kota Bandung.

Ia juga menyoroti faktor lingkungan sebagai penyebab tingginya kasus DBD. Genangan air dari sampah yang tidak terangkut, terutama di musim hujan, menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.

“Jika sampah dibiarkan menumpuk, ditambah hujan setiap hari, maka potensi penyebaran DBD semakin besar,” katanya.

Baca Juga  Sapa Masyarakat di Pasar Cicaheum, Presiden Berharap Bansos Digunakan untuk Keperluan Produktif

Sebagai langkah preventif, Dinkes Kota Bandung menggalakkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM) dan mengimbau setiap rumah memiliki satu juru pemantau jentik (jumantik).

“Kami dorong gerakan satu rumah satu jumantik. Jangan hanya mengandalkan petugas puskesmas. Di kantor-kantor juga perlu ada petugas khusus untuk memeriksa jentik nyamuk,” jelasnya.

Selain itu, program Wolbachia juga telah diterapkan di dua lokasi di Bandung yakni Kecamatan Ujungberung dan Kiaracondong sebagai upaya jangka panjang untuk mengendalikan populasi nyamuk pembawa virus Aedes aegypti.

Baca Juga  Farhan Pastikan Segera Isi Kekosongan Jabatan di Pemkot Bandung

“Program Wolbachia ini insyaallah berjalan, tapi memang hasilnya jangka panjang, mungkin sampai 12 tahun lagi,” ujarnya.

Anhar berharap, masyarakat lebih sadar akan pentingnya pencegahan DBD melalui kebersihan lingkungan dan deteksi dini.

“Gerakan PSM dan jumantik harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Dengan upaya bersama, kita bisa menekan angka kasus DBD di Kota Bandung,” ungkapnya.