Wujudkan Program Citarum Harum, Dansektor 7 Pengawasan Ipal Pabrik Baso

TNI Polri619 Dilihat

Kab Bandung, sekilasbandungraya.com – Guna terjalin sinkronisasi program dan tujuan Citarum Harum dalam mengurangi tingkat pencemaran pada aliran sungai, Komandan Sektor 7 Kolonel Arh Deni Kusmawan, S.A.P.,M.Han, gencarkan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan mendatangi Pabrik Baso CV. Kirana Semesta Pangan yang berada di Desa Rancamanyar, Baleendah, Kabupaten Bandung. Jum’at, 9 Agustus 2024.

Melalui Komsos, Sektor 7 Citarum Harum dan pelaku usaha binaan dapat mencari solusi juga menyamakan persepsi dalam menyelesaikan permasalahan di daerah, terutama yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

Pembinaan teritorial Satgas Citarum Harum tidak hanya pada hal fisik saja tetapi juga non-fisik, metodanya selain komunikasi secara persuasif juga pengawasan dan penindakan pelaku pencemaran, tujuannya menjaga kelestarian sungai Citarum, oleh karena itu pengawasan akan terus-menerus dilakukan.

Baca Juga  Polsek Sumur Bandung Siap Amankan Perayaan Natal, Tahun Baru, dan Pemilu 2024

Kolonel Arh Deni Kusmawan pada kesempatan tersebut mengatakan, melalui komsos Satgas dapat menjalin hubungan emosional dengan pelaku usaha binaan. Yang tujuannya adalah meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Selain itu juga, kami mencoba merubah mindset yang sudah lama membudaya, bahwa terkadang sungai dijadikan tempat buang limbah atau sampah, hal itu sangat tidak dibenarkan, karna akan merugikan, merusak dan mematikan ekosistem yang ada di dalamnya,” ucapnya.

Dilanjutkannya, pengawasan dan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) pada pelaku usaha binaan yang kami laksanakan hari ini merupakan rangkaian dari Rencana Aksi (Renaksi) sebagai implementasi Perpres No. 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Baca Juga  Revitalisasi Oxbow Rancamanyar Tahap II, Dansektor 7 Citarum Harum Sosialisasi Sekaligus Cek Lapangan

“Oleh karena itu kami rutin mendatangi pelaku usaha binaan, agar informasi yang di peroleh dapat dikorelasikan dengan fakta lapangan, sekaligus merangkul pelaku usaha untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan serta mengantisipasi terjadinya bibit penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan,” ujar Kol. Deni.