#RunForGajahDidik: Setiap Langkah untuk Pendidikan ITB

Pendidikan42 Dilihat

Kota Bandung, sekilasbandungraya.com – Sebanyak 16 pelari dalam tim estafet Rumah Amal

Salman menempuh total jarak 180 kilometer dalam ajang ITB Ultra Marathon melalui kampanye #RunForGajahDidik. Kampanye ini mengajak masyarakat berkontribusi dalam mendukung

Program Zakat dan Infak Gajah, yang membantu mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB)

menghadapi kendala biaya pendidikan, khususnya pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Biaya pendidikan tinggi masih menjadi persoalan bagi sebagian mahasiswa yang mengalami

keterbatasan ekonomi. Ketika kemampuan finansial keluarga belum mencukupi, dukungan biaya

pendidikan menjadi penting agar mahasiswa dapat terus menjalani perkuliahan dan menyelesaikan studinya.

Melalui #RunForGajahDidik, Rumah Amal Salman menghubungkan pelari, alumni, donatur, dan

Baca Juga  IPDN Siap Alokasikan Anggaran Dari Bantuan Presiden RI Untuk Pembangunan Infrastruktur

komunitas dalam gerakan solidaritas pendidikan. Acara ini diharapkan dapat menggerakkan

lebih banyak pihak, mulai dari alumni hingga masyarakat luas, untuk ikut mendukung

keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Dukungan tersebut disalurkan melalui Program Zakat dan Infak Gajah. Pada tahun 2024,

program ini menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp2,3 miliar kepada 400 mahasiswa dari

berbagai latar belakang agama. Pelaksanaan program tersebut melibatkan Direktorat

Kemahasiswaan ITB, Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari ITB, Ikatan Alumni ITB, serta

komunitas alumni dalam mempertemukan kebutuhan mahasiswa dengan dukungan para donatur

Melalui kampanye ini, masyarakat diajak turut mendukung bantuan UKT bagi mahasiswa yang

Baca Juga  Mendagri Yakin Ditangan Praja, Indonesia Akan Semakin Cepat Mencapai Visi Indonesia Emas

membutuhkan, termasuk melalui pengembangan skema Orang Tua Asuh yang menyediakan

dukungan dana pendidikan secara rutin dan pendampingan bagi mahasiswa yang terpilih dalam menerima bantuan.

Direktur Operasional Rumah Amal Salman yang sekaligus sebagai kapten tim pelari menuturkan, keterlibatan pelari, alumni, donatur, dan komunitas mencerminkan pentingnya kemitraan dalam mencapai tujuan bersama, sebagaimana tercantum dalam SDGs17.

“Kampanye ini mengintegrasikan olahraga, pendidikan, dan filantropi dalam satu gerakan

kolaboratif. Upaya memperluas akses pendidikan tinggi sejalan dengan tujuan Pembangunan

Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas,” tuturnya.

“Partisipasi dalam ajang ini bukanlah akhir upaya mendukung pendidikan mahasiswa. ITB Ultra Marathon itu bukan sebuah akhir, justru ini adalah awal dari kampanye berlari untuk pendidikan. Oleh karena itu, perjalanan kami belum selesai,” sambung Muhay.

Baca Juga  Prof. Dr. Rudy Harjanto Paparkan Hambatan Komunikasi di Era Digital

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan tidak berhenti ketika para pelari mencapai garis finish.

“Masyarakat dapat mengambil bagian dengan berdonasi dan menyebarluaskan kampanye #RunForGajahDidik agar semakin banyak pihak terlibat dalam menjaga keberlanjutan studi bagi mahasiswa ITB,” ucapnya.

“Mari jadikan setiap langkah sebagai bagian dari upaya menjaga kesempatan mahasiswa untuk terus belajar dan meraih masa depan melalui kampanye #RunForGajahDidik,” imbuh Muhay.

Tinggalkan Balasan