BANDUNG, sekilasbandungraya.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Hengki, S.I.K., M.H., memperkenalkan prinsip JABAR AMAN yang merupakan singkatan dari Antisipatif, Modern, Akuntabel, dan Nurani sebagai komitmen memperkuat keamanan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di Jawa Barat.
Prinsip tersebut menekankan pentingnya upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pemanfaatan teknologi, serta penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Dalam pertemuan bersama sejumlah elemen masyarakat di Mapolda Jabar, Hengki menegaskan komitmennya untuk membangun institusi kepolisian yang humanis, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan terhadap Polri.
Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, masyarakat, dan media menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
Melalui penerapan prinsip JABAR AMAN, Polda Jabar diharapkan dapat menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, penegakan hukum yang akuntabel, serta komunikasi yang terbuka antara polisi dan masyarakat.
Rasa aman, dalam konteks tersebut, tidak hanya berkaitan dengan perlindungan dari ancaman gangguan keamanan, tetapi juga menyangkut keadilan, kepercayaan publik, dan keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Dengan prinsip JABAR AMAN, Polda Jabar menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan masyarakat demi mewujudkan keamanan dan pelayanan kepolisian yang semakin baik di Jawa Barat. (le)













