Kalau Akhirat Zonk, Apa Ruginya Jadi Saleh?

Artikel18 Dilihat

SEKILAS BANDUNG RAYA – Kita ibadah karena yakin ada hidup setelah mati. Itu pondasinya.

Allah tegaskan tujuan hidup kita bukan main-main:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Kalau ternyata akhirat itu zonk, tidak ada surga neraka, apa ruginya kita jadi orang saleh? Nggak ada.

Justru orang saleh hidupnya sudah menang di dunia. Tenang, terjaga, bermartabat. Tapi…

Kalau Ternyata Akhirat Itu Ada?

Inilah taruhan terbesar hidup kita. Dan Allah sudah ingatkan berulang kali:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu sia-sia dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al-Mu’minun: 115)

Akhirat itu bukan dongeng. Ia pasti datang. Dan semua akan direkam tanpa ada yang terlewat.

1. CCTV Allah Tidak Pernah Mati

Kita menahan diri dari maksiat karena takut CCTV manusia. Padahal CCTV Allah jauh lebih detail.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaf: 18)

Raqib dan Atid tidak pernah ngantuk, tidak pernah ganti shift, tidak pernah error.

2. Semua Akan Ditimbang, Bahkan Sebesar Zarrah

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya) pula. (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Tidak ada yang zonk dalam catatan Allah.

3. Logika Orang Beriman Paling Aman

Rasulullah SAW bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

Orang yang cerdas adalah yang mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. (HR. Tirmidzi)

Inilah yang disebut ulama sebagai Fikih Prioritas. Orang cerdas pasti memilih yang aman.

Logikanya begini:
-Jika kita jadi saleh dan ternyata akhirat tidak ada

kita tidak rugi. Hidup kita tetap baik.
Tapi jika kita lalai, maksiat jalan terus, dan ternyata akhirat itu ADA, kita rugi selamanya. Mau apa kita nanti? Mau lari ke mana?

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ، إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Di hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)

Jangan tunggu Allah buka aib kita baru takut. Mumpung Allah masih tutup aib, masih beri napas, ini waktunya kembali.

Karena taruhannya bukan sebulan dua bulan. Tapi keabadian.

Oleh: Subchan Daragana