Delapan Pengamen Keroyok Pria di Bunderan Cibiru, Korban Luka Parah di Kepala

Berita31 Dilihat

BANDUNG, sekilasbandungraya.com – Kepolisian Sektor Panyileukan menyelidiki kasus pengeroyokan terhadap Didin Solehudin (36) yang diduga dilakukan delapan orang pengamen di sekitar Bunderan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/9) sore.

Kapolsek Panyileukan AKP Anang Suryana mengatakan korban mengalami luka cukup parah pada bagian kepala dan wajah akibat pengeroyokan tersebut.

“Telah terjadi tindak pidana pengeroyokan terhadap Didin Solehudin alias Endin yang diduga dilakukan oleh sekitar delapan orang pengamen jalanan,” kata Anang di Bandung, Kamis.

Menurut Anang, kejadian bermula ketika delapan pengamen tersebut sedang berkumpul sambil mengonsumsi minuman beralkohol. Korban kemudian menghampiri kelompok tersebut.

Baca Juga  Senyum Dibalas Senyum, Pedagang Sayur di Ujungberung Kaget Motornya Dibawa Kabur Maling

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, korban diduga hendak meminta uang kepada para pengamen. Mereka yang tidak terima kemudian menganiaya korban hingga mengalami luka pada bagian kepala dan wajah.

Setelah pengeroyokan, para pelaku meninggalkan korban yang tergeletak di jalan. Warga yang berada di sekitar lokasi disebut tidak berani melerai karena para pelaku diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol.

Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga  Hery Wirawan Pelaku Rudapaksa 13 Santri di Hadirkan Langsung Di Persidangan

“Korban luka besar di bagian kepala, bagian pinggir dan depan muka,” ujar Anang.

Dari pemeriksaan awal, polisi juga memperoleh informasi dari warga bahwa korban diduga kerap melakukan pemerasan terhadap pengamen dan pedagang kaki lima di sekitar Bunderan Cibiru.

“Menurut warga atau masyarakat bahwa korban pengeroyokan adalah pelaku pemerasan yang sering dilakukan terhadap para pengamen ataupun pedagang kaki lima di sekitar Bunderan Cibiru,” katanya.

Anang mengatakan korban disebut kerap bersikap kasar apabila permintaannya tidak dipenuhi. Polisi menduga kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu pengeroyokan.

Baca Juga  Ribuan Tramadol Disita di Kampung Cigiringsing, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung

“Dimungkinkan ada dendam dari pelaku terhadap korban yang sering memeras uang hasil ngamen di sekitar Bunderan Cibiru,” katanya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku dan mengungkap secara utuh motif pengeroyokan tersebut. *

Tinggalkan Balasan