Cibadak Jadi Simbol Keberagaman, Karang Taruna Rawat Harmoni

Budaya5 Dilihat

Bandung, sekilasbandungraya.com – Suasana semarak mewarnai Peringatan Bulan Bhakti Karang Taruna ke-66 dan Hari Jadi Kota Bandung ke-216 yang digelar di Jalan Cibadak, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Sabtu 26 September 2026 malam

Kegiatan tersebut menghadirkan masyarakat dalam berbagai rangkaian acara, mulai dari aktivitas UMKM hingga pertunjukan seni dan budaya. Puluhan pelaku UMKM turut membuka stan dan menawarkan beragam produknya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, Karang Taruna merupakan wadah untuk menyalurkan energi generasi muda di Kota Bandung.

Karena itu, ia berharap organisasi tersebut terus memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Baca Juga  Tedy Rusmawan Puji Regenerasi Jaipong Bentang Bandung

“Karang Taruna adalah sebuah organisasi yang tujuannya mewadahi energi barudak Kota Bandung. Energinya ini harus disalurkan,” ujar Farhan.

Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan berdiskusi dengan Karang Taruna untuk membentuk sejumlah kebijakan yang dapat memberikan penugasan kepada Karang Taruna di tingkat RW dan kelurahan.

Menurutnya, interaksi antara pemerintah dan masyarakat juga penting untuk terus dijaga. Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat menjadi bagian dari proses tersebut dan dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan maupun kebijakan.

“Memang tidak sekonyong-konyong, tetapi yang pasti itu merupakan sebuah interaksi yang baik,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Farhan juga mengajak masyarakat Cibadak untuk bersama-sama merayakan keberagaman, persatuan, dan keindahan Kota Bandung.

Baca Juga  Gubernur Dedi Mulyadi Serukan “Sunda Jaya di Nusantara” dalam Puncak Milangkala Tatar Sunda di Bandung

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Bandung yang juga Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan mengatakan, kawasan Cibadak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut memiliki karakter kuat sebagai ruang perjumpaan masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

“Di Cibadak kita bisa menyaksikan vihara, masjid, dan gereja berdiri berdampingan. Semua warga masyarakat di sini berbeda agama, berbeda suku, tapi akur dalam satu naungan wilayah yang sama,” ujar Andri.

Menurut Andri, semangat tersebut sejalan dengan nilai yang ingin dibawa dalam kegiatan Karang Taruna, yakni membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bandung.

Baca Juga  Bandung Bergema, Festival SADA AWI Ribuan Penampil dari Sanggar Musik Bambu Dipenjuru Jabar

“Cibadak bukan nama tempat, tapi nama semangat orang Bandung yang senantiasa silih asah, silih asih, silih asuh,” katanya.

Semarak kegiatan juga terasa melalui penampilan kesenian tradisional dan barongsai. Seniman Sisca Guzheng Harp turut tampil dan berkolaborasi dengan kesenian lokal, menghadirkan perpaduan seni dan budaya dalam rangkaian acara.

Selain pertunjukan seni, keberadaan puluhan UMKM turut menghidupkan kegiatan. Beragam produk usaha masyarakat ditampilkan di sejumlah stan yang dapat dikunjungi warga.

Usai menghadiri rangkaian kegiatan, Farhan meninjau stan-stan UMKM yang berada di lokasi. Ia berkeliling melihat produk yang ditawarkan sekaligus berinteraksi dengan para pelaku usaha.

Tinggalkan Balasan