Bandung,sekilasbandungraya.com – Jajaran Polsek Ujungberung bergerak cepat menindaklanjuti video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan aksi premanisme terhadap sebuah warung makanan di Jalan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.
Kapolsek Ujungberung KOMPOL Heri Suryadi, S.H., M.H., mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan melakukan penyelidikan setelah video tersebut menjadi perhatian masyarakat.
“Setelah mendapatkan informasi terkait video yang beredar di media sosial, anggota langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan,” ujar Heri, Rabu (10/6/2026).
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 15.41 WIB di Warung Ayana Takoyaki yang berlokasi di Jalan Cigending, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.
Berdasarkan keterangan penjaga warung, saat kejadian tiga pria yang diduga dalam kondisi mabuk datang ke lokasi setelah iring-iringan benjang melintas. Ketiganya kemudian meminta uang sumbangan kepada penjaga warung.
Karena merasa khawatir terjadi keributan, penjaga warung akhirnya memberikan uang sebesar Rp50 ribu kepada ketiga pria tersebut. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pemilik warung yang selanjutnya memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).
Rekaman CCTV yang memperlihatkan peristiwa tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Menindaklanjuti hal itu, Polsek Ujungberung melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari pengecekan lokasi kejadian, pemeriksaan saksi-saksi, hingga memediasi kedua belah pihak yang terlibat.
Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan disaksikan oleh Ketua RW setempat.
Selain itu, pihak yang diduga melakukan pemalakan telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Sementara pihak yang merasa dirugikan memilih tidak membuat laporan polisi karena menganggap persoalan telah diselesaikan secara damai.
Kapolsek menegaskan bahwa Polri akan terus merespons setiap laporan maupun informasi masyarakat terkait aksi premanisme yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindakan yang mengarah pada premanisme maupun gangguan kamtibmas lainnya. Polri akan hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Ujungberung dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. (Le*)
