Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Dalam rangka tindak lanjut dilakukannya kajian tahap awal terkait Mesin Olah Runtah (Motah-1) Siliwangi yang berada di Desa Cangkuang Wetan, Kab. Bandung. Dr. Eki Baihaki, M.Si Dosen Unpas yang di dampingi langsung oleh Dansektor 7 Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si lakukan kunjungan dan komunikasi. Senin (26/06/23).
Nampak hadir juga, Ketua LPM Unpas Dr. Ir.H. Asep Dedy Sutrisno, M.P, dan Manager HRD-GA PT. Sparta Guna Sentosa Ibu Rezeky. Dalam kunjungannya pihak Unpas ingin secara langsung memastikan ke lokasi Motah berada guna melakukan kajian awal yang semua sudah di ketahui bahwa Motah salah satu bentuk ihtiar mencari solusi mengatasi sampah selesai di tempat.
Berdasarkan hasil kajian awal Ketua LPM Unpas Asep Dedy Sutrisno mengatakan, setelah kami melihat langsung dari mulai proses awal sejak dari fortasi lalu pambakaran, Kami punya pendapat dan penilaian ini adalah mesin ini cukup efektif dan efisien, sehingga memiliki prospek mengatasi masalah lingkungan apalagi jika dikaitkan dengan program Citarum Harum.
“Kami yakin ini adalah salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan sampah dan jika dilihat dari efisiensi Motah ini beroperasi tanpa menggunakan bahan bakar sama sekali, bahan bakarnya dari sampah itu sendiri,” jelasnya.
Kesimpulan saya, lanjut Ketua LPM Unpas, ini bisa dikatakan inovatif dan sangat efektif mudah diterapkan di semua lapisan masyarakat, sehingga program pemerintah pusat maupun daerah perlu didukung oleh semua stakeholder, karena dapat memenuhi konsep 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).
Dilanjutkannya oleh Dr. Eki Baihaki, M.Si, apa yang telah dilakukan oleh Dansektor 7 dengan teknologi Motah ini perlu di kaji bersama, seperti yang sudah dijelaskan oleh Ketua LPM Unpas siap support untuk Bagaimana inovasi dan kolaborasi, Sektor 7, PT. Sparta Guna Sentosa, Pemerintah Daerah dan Kodam III/Siliwangi harus di progres bersama untuk memberikan kemaslahatan yang lebih besar bagi masyarakat.
“Utamanya masalah Citarum itu salah satu yang terbesarnya adalah sekitar 80% sampah domestik, jika sampah domestik bisa diatasi di tempat dan tidak harus di buang, kami yakin beban atau pencemaran terhadap Citarum akan berkurang signifikan,” jelasnya.
Masih dilokasi yang sama Dansektor 7 Citarum Harum yang punya sebutan lain sebagai Srikandi Citarum juga pernah menjabat sebagai Kaajendam Jaya menyebutkan, tonasinya kami sudah melakukan pembakaran sampah sejak awal yang sudah berjalan sekitar 4 bulan, berdasarkan pengalaman dilapangan, pembakaran sampah 1 jam bisa dengan 1 ton, sehingga dalam 1 hari bisa membakar 10-15 ton tergantung dari kekuatan SDM tenaga pekerjanya.
“Sejauh ini, daya pengurangan sampah yang ada di wilayah kerja kami, sebanyak 4 RW sudah sama sekali sampah habis di tempat bahkan pengelola menyebutkan kekurangan sampah, sehingga kami mengambil sampah yang berada TPS liar sebanyak 7 ton, masuk sekitar Pukul. 14.00 WIB setelah dipilah sampai tidak memiliki nilai ekonomis masuk ke pembakaran Pukul. 16.00 WIB, Pukul 21.00 WIB bisa di katakan habis terbakar,” jelasnya.
Masih kata Nurjanah, mengingat mesin ini beroperasi baru sekitar 4 bulan, dan kami pun baru menutup TPS-TPS liar yang ada di Desa Cangkuang Wetan, kami dari Sektor 7 Sudah menutup 1 TPS liar dan dari Desa sudah menutup 3 TPS liar yang ada di Desa Cangkuang Wetan.
“Intinya, ini semua bentuk ihtiar kami, bentuk kepedulian kami terhadap permasalahan yang berlaku terkait sampah, karena permasalahan sampah harus dengan serius di kelola sehingga, limbah bisa berkurang dan bisa di gunakan kembali untuk hal yang lebih bermanfaat, dari kunjungan hari ini semoga hasil kajiannya pun menuai sebuah solusi positif sehingga Motah yang kita andalkan benar-benar mampu beroperasi secara maksimal dalam penuntasan sampah”, tandasnya.
