Polda Jabar hadirkan sembilan inovasi untuk dukung ketahanan pangan nasional

Berita, TNI Polri134 Dilihat

Bandung,sekilasbandungraya.com – Polda Jawa Barat menghadirkan sembilan inovasi ketahanan pangan guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan petani serta produktivitas komoditas jagung di berbagai daerah di Jawa Barat.

Kepala Biro SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad di Bandung, Selasa, 9 Juni 2026 mengatakan program tersebut dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kelompok tani, perbankan pemerintah, koperasi, perusahaan, perguruan tinggi, hingga instansi pengelola lahan negara.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk institusi Polri. Polda Jawa Barat tidak hanya hadir sebagai penggerak, tetapi juga sebagai fasilitator yang mempertemukan berbagai pihak untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraannya,” kata Fadly.

Ia menjelaskan salah satu inovasi yang dikembangkan adalah kerja sama Kredit Usaha Rakyat (KUR) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bagi petani binaan Polda Jabar untuk mempermudah akses pembiayaan usaha pertanian.

Baca Juga  Sektor 22 Citarum Harum Sub 1 Giat Komsos dan Patroli Sungai

Selain itu, Polda Jabar juga menghadirkan program Primkoppol Peduli Bunga 0 Persen yang menyediakan bantuan permodalan melalui koperasi Polri dengan skema pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan.

Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh akses permodalan yang lebih mudah tanpa terbebani biaya pinjaman yang tinggi.

Polda Jabar juga menggagas program Gotong Royong Bhayangkara yang mengedepankan kolaborasi dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan bantuan modal usaha, benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, hingga bantuan sosial.

Dalam upaya memperluas area tanam, Polda Jabar menjalankan program Pinjam Manfaat Lahan Presisi melalui kerja sama dengan PTPN dan Perhutani. Program tersebut membuka akses pemanfaatan lahan yang belum produktif untuk ditanami jagung oleh petani binaan.

Baca Juga  Polda Jabar Ungkap Kasus Jaringan Perjudian Online Di Tangerang

Di bidang penelitian dan pengembangan, Polda Jabar menggandeng Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) melalui program Benih Kurama yang berfokus pada pengembangan benih unggul jagung yang saat ini masih dalam tahap uji coba sebelum memperoleh sertifikasi resmi.

“Kolaborasi dengan akademisi menjadi bagian penting karena inovasi pertanian harus berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi agar hasilnya lebih maksimal,” ujar Fadly.

Selain budidaya, Polda Jabar juga mengembangkan inovasi pascapanen melalui Solar Drayer Home Presisi, yakni alat pengering jagung bertenaga surya hasil kolaborasi dengan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membantu menjaga kualitas hasil panen dan menekan biaya pengeringan.

Konsep pertanian berkelanjutan diwujudkan melalui program Zero Waste Presisi yang memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai media tanam dan bahan baku pupuk organik guna mendukung pengurangan limbah serta menciptakan lingkungan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga  Pembersihan Rutin Bantaran Sungai, Sektor 7 Citarum Harum Sub 4 Babad Rumput Liar

Polda Jabar juga mendorong diversifikasi pangan melalui program penanaman uwi di lahan PTPN serta pengembangan Pupuk Organik Pak Bhabin yang dibuat dari campuran kotoran kerbau, abu vulkanik, sekam, dan molase.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi jajaran kepolisian, Polda Jabar akan menggelar Lomba Ketahanan Pangan Piala Jagung Kapolda Jabar 2026 yang dimulai pada 10 Juni 2026.

Kompetisi bertema “Kemandirian Pangan adalah Kekuatan Negara” itu akan diikuti seluruh Polres, Polresta, dan Polrestabes di wilayah hukum Polda Jawa Barat sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Fadly berharap sembilan inovasi yang dikembangkan tersebut dapat menjadi model pemberdayaan pertanian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ketika petani sejahtera dan produksi pangan meningkat, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat,” katanya.

Pewarta: Muhammad Warman

Editor: Redaksi