Bandung,sekilasbbandungraya.com – Komandan Kodiklat TNI AD Mohamad Hasan membuka diskusi strategis tentang peran kecabangan dan fungsi TNI AD dalam operasi gerilya modern di Gedung Moh. Toha Kodiklatad, Bandung, Selasa (28/4)
Kegiatan tersebut diikuti 92 peserta secara tatap muka dan 971 peserta secara daring dari berbagai satuan, antara lain Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Kabacadnas, serta Universitas Pertahanan.
Sejumlah narasumber hadir dalam diskusi ini, di antaranya Gabriel Lema, Priyanto, Tatan Ardianto, serta Antoninho Rangel Da Silva.
Dalam sambutannya, Mohamad Hasan mengatakan diskusi tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi latihan untuk memperjelas peran kecabangan dalam operasi gerilya yang adaptif terhadap ancaman modern.
Ia menyebut keterbatasan alat utama sistem senjata (alutsista) perlu diimbangi dengan penguatan sistem pertahanan semesta secara terpadu, penyusunan pedoman rinci tiap kecabangan, serta peningkatan sinergi lintas sektor.
Melalui kegiatan itu, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan rumusan langkah strategis yang aplikatif guna meningkatkan efektivitas peran kecabangan TNI AD dalam operasi gerilya serta memperkuat kesiapan operasional menghadapi berbagai ancaman.
(Penerangan Kodiklatad)







