Tiga Sungai, Dua RW Rawan, dan Warga yang Tak Mau Menyerah pada Banjir

Pemerintahan358 Dilihat

Kota Bandung, Sekilasbandungraya.com – Hidup di antara tiga aliran sungai bukan hal mudah. Warga Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, sudah akrab dengan genangan air yang datang tiap musim hujan.

Lurah Cisaranten Endah, Itang Mubarak menyampaikan, alih-alih menyerah, warga memilih bangkit dengan kesadaran kolektif, melawan banjir dengan kebersamaan seperti Program yang baru diluncurkan oleh Wali Kota Bandung yaitu Siskamling Siaga Bencana.

“RW 04 dan RW 11 adalah titik paling rawan banjir. Kalau hujan deras, air cepat sekali naik. Kami harus bergerak cepat,” ujar Lurah Cisaranten Endah, Itang saat Siskamling Siaga Bencana, pada Rabu, 24 September 2025.

Baca Juga  Pemkot Bandung Tegaskan Zona Merah Harus Bersih PKL

Selain banjir, wilayah ini juga kerap menghadapi pohon tumbang, kebakaran pemukiman, hingga potensi longsor.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, faktor pembangunan juga menjadi perhatian. Kehadiran pengembang perumahan baru kadang mengubah kontur tanah dan memperparah aliran air.

“Kami terus menekankan agar jangan ada lagi bangunan di bantaran sungai. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah bencana,” tegas Farhan.

Meski ancaman nyata, warga tak tinggal diam. Mereka membentuk berbagai tim siaga: Taruna Siaga Bencana, Arcamanik Response Team, PMI, hingga relawan pemadam kebakaran.

Baca Juga  Optimalkan Partisipasi, Pemkot Bandung Akselerasi Perekaman KTP-el Pemilih Pemula

Tak hanya itu, sejumlah peralatan juga tersedia, ambulans dari CSR, tenda BNPB, gergaji mesin, dan APAR di titik-titik strategis.

Farhan menjelaskan, mekanisme tanggap darurat diatur layaknya rantai komando. Setiap kejadian pertama kali dilaporkan ke RT, lalu naik ke RW, lurah, hingga camat. Relawan pun segera bergerak sambil berkoordinasi dengan OPD teknis.

“Warga tidak boleh merasa sendirian menghadapi bencana. Semua bergerak bersama,” ujar Wali Kota Bandung.

Bagi warga, banjir sudah jadi kenyataan tahunan. Namun, di balik musibah, lahir pula solidaritas. Anak-anak muda ikut membantu evakuasi, para ibu menyiapkan logistik darurat, dan bapak-bapak menjaga agar listrik dipadamkan saat air naik.

Baca Juga  Diskar PB dan Relawan Gercep Cegah Kebakaran ATCS Kota Bandung

“Bagi kami, ini bukan sekadar musibah. Ini ujian kebersamaan. Kalau kami kuat, kami bisa melewatinya,” ujar Iwan selaku warga di Kelurahan Cisaranten Endah.

Dengan semangat itu, Cisaranten Endah tak lagi sekadar titik rawan banjir, melainkan contoh bagaimana warga bisa melawan bencana dengan kesiapsiagaan.