Jabar dan Kapolda Dua Provinsi Komitmen Tingkatkan Pengamanan Dukung Pembangunan

Dedi juga menyatakan akan menerapkan pembatasan jam malam bagi pelajar pada hari sekolah.

“Saya akan berlakukan kebijakan, misalnya anak sekolah tidak boleh nongkrong di luar rumah setelah pukul 20.00 pada hari belajar. Ini penting untuk menjauhkan mereka dari potensi bahaya di luar rumah,” tegasnya.

Dedi pun mengapresiasi tren positif yang mulai terlihat di berbagai daerah di Jabar. “Anak-anak sekarang mulai disiplin, berjalan kaki ke sekolah, dan kasus tawuran pun mulai menurun. Ini bukti bahwa sinergi bisa menghasilkan perubahan,” ungkapnya.

Baca Juga  Upayakan TPS Darurat Gedebage Segera Beroperasi, Pemkot Siapkan Gibrik Mini dan Loader Sampah

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Rudi Setiawan yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan komitmen aparat kepolisian untuk memberantas premanisme dan menjamin keamanan bagi para investor.

“Kami bersama TNI dan Satpol PP akan membangun pos-pos keamanan di kawasan industri, dan melakukan patroli gabungan. Ini sebagai bukti nyata bahwa Jawa Barat adalah wilayah yang aman bagi investasi,” ujar Rudi.

Ia juga mengungkapkan hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar selama 10 hari terakhir, di mana sebanyak 177 tersangka telah diamankan. “Tidak ada tempat untuk premanisme di Jawa Barat,” tegasnya.

Baca Juga  Wagub Jabar: Perusahaan E-Dagang Kembangkan UMKM di Tasikmalaya

Melalui kesepakatan ini, seluruh pihak berharap keamanan yang terjaga akan mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat secara merata.