Ia pun mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dan lembaga dalam upaya ini.
Farhan juga mengungkapkan target jangka menengah yang tengah diupayakan oleh Pemerintah Kota Bandung, yakni mendorong tujuh kelurahan di Astanaanyar untuk mandiri mengelola sampah di wilayahnya masing-masing.
Jika seluruh RW bisa melakukannya, ia optimistis Bandung bisa mengurangi beban 500 ton sampah per hari.
Dalam kesempatan yang sama, Country Lead River Clean Up Indonesia, Egar Anugrah menjelaskan, kegiatan ini telah rutin dilakukan sejak 2021.
Di Kota Bandung, kegiatan River Clean Up diadakan setiap bulan, menyasar area sungai dan permukiman.
“Bukan hanya bersih-bersih, tapi juga edukasi dan kolaborasi jangka panjang. Kita ingin warga memahami akar masalahnya dan terlibat dalam solusinya,” kata Egar.
River Clean Up tengah mengembangkan inovasi bersama Polman berupa alat pembersih sungai dan sistem monitoring berbasis internet optik. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung tanggap bencana serta pemetaan kondisi sungai secara real-time.
Selain itu, pendekatan edukatif juga tengah diterapkan, saat ini di tiga kelurahan: Panjunan, Nyengeret, dan Situ Saeur, dengan fokus pada tiga aliran sungai utama: Cikakak, Citepus, dan Ciroyom.
“Solusi terbaik bukan hanya membersihkan sungai, tetapi mengubah pola pikir masyarakat. Itulah tujuan utama gerakan ini,” tutur Egar.













