Ia pun mendorong kepada unsur akademisi untuk mengetahui seberapa besar kekayaan sumber pangan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat din Kota Bandung.
“Saya minta unsur akademisi untuk sumber pangan di Kota Bandung. Karena konsumsi tinggi nanti akan bermanfaat bagi kita, Kota Bandung itu salah satu pusat perdagangan produk makanan, sehingga dibutuhkan penelitian,” bebernya.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Bagus Rachman mengatakan, Thailand terkenal dengan aroma rempah-rempahnya, di Indonesia pun demikian bisa menguatkan hal tersebut.
“Bumbu rempah menjadi hal utama, kita perkuat. Sehingga akan menjadi branding Indonesia bahi negara lain khas dengan bumbu rempahnya,” tutur Bagus.
Hal senada diungkapkan Direktur Bidang Kuliner, Kementerian Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar mengatakan Kota Bandung memiliki kekayaan kuliner yang cukup unik. Sehingga hal ini menjadi upaya untuk lebih meningkatkan gastronomi.
“Kuliner ini menjadi salah satu 17 sub sektor, kadi kerjasama bisa dibuktikan dengan gastronomi diplomatik ini,” tegasnya.







