Bandung, Sekilasbandungraya.com – Musim hujan telah tiba, permasalahan musiman pun kembali datang, dimana Pasar Induk Gedebage berlanganan banjir sehingga sampah di pasar terbawa air menuju depan pasar dan mencemari kolam retensi, dampak lainya pun sampah bertumpuk, hal ini terjadi dikarenakan rendahnya kesadaran pedagang dalam membuang sampah. Sabtu, 16 November 2024.
Pedagang membayar retribusi sampah Rp4000 (sayuran) s.d Rp15000 (Buah-buahan) per kios, jauh jika dibandingkan dengan Pasar Caringin iuran kebersihannya Rp35000, dulu pernah terjadi dari satu kios buah-buahan diangkut sampah sampai 1 truk sampai 2 truk indeks 8 kubik, dan itu tidak meyelesaikan kebersihan sampah, sebab sampah yang dihasilkan itu 24 jam di Pasar Induk Gedebage, dengan iuran tersebut tidak cukup untuk mengolah sampah, ditambah lagi saat ini sampah tidak dipilah oleh pedagang, sehingga para pekerja memilah sendiri dan ini memakan waktu, papar Agus Kustiana selaku Ketua PWPIG.
Paguyuban Warga Pasar Induk Gedebage mempekerjakan 10 orang tim penangkut sampah dari kios ke TPS dan 14 orang tim pemilah dan pengolah, sekali lagi kenapa pekerja memilah dikarenakan pedagang tidak memilah, ke depan nya yang tidak dipilah tidak diangkut dan dilarang di buang ke TPS Pasar Induk Gedebage, dan ke TPA Sarimukti pun tidak diperbolehkan, tegasnya.
Deden pekerja PWPIG di pengolahan sampah menjelaskan bahwa sampah organik basah yang dihasilkan sekitar 23 ton/hari, per hari bisa mengolah sampah organik sekitar 6 ton sampai 8 ton tergantung kondisi mesin gibrig dan cuaca, jika hujan ya berhenti, karena kondisi TPS pengolahan sampah di Pasar Induk Gedebage tidak beratap dan tidak layak.
Sampah yang masuk ke TPS Pasar Induk Gedebage bukan hanya dari sampah pasar, akan tetapi dari luar juga, seperti sampah dari pemukiman warga, kemudian sampah dari kios pasar lainnya yang ada di Pasar Induk Gedebage, tetapi mereka tidak membayar iuran sampah ke PWPIG, jelas Mang Alo menambahkan.
Ketua PWPIG menambhakan harapannya sampah pasar Induk Gedebage dapat diselesaikan di tempat, akan tetapi sarana dan prasarana yang belum memadai, ke depannya menginginkan hasil audiensi dengan Pj Walikot Bandung A. Koswara dapat segera terealisasikan, masalah sampah ini urgent dan mendesak, tutupnya.







