Bandung, sekilasbandungraya.com – Forum Ngadandanan Kota Bandung menggelar pelstihan tata cara pemulasaran jenazah, yang dilaksanakan di kawasan Jalan Ariajipang No.6 Kota Bandung. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 12 Majelis Taklim yang tersebar dari berbagai kecamatan.
Pembina Forum Ngadandanan Kota Bandung, Dandan Riza Wardana menuturkan pelatihan ini penting dilakukan mengingat masih banyak warga masyarakat yang belum paham, terkait rangkaian proses pengurusan jenazah.
“Jadi hari ini kita acaranya pelatihan pemulasaran jenazah ya. Diikuti oleh anggota Majelis Taklim – Majelis Taklim yang ada di Kota Bandung. Tujuannya tentu memberi edukasi tata cara mengurus jenazah yang baik dan benar,” tutur Dandan
Dikatakan Dandan, mengurus jenazah itu wajib bagi setiap muslim karena sebagai sifat alami manusia yang tolong menolong.
“Mengurus jenazah itu kan Fardhu Kifayah (kewajiban yang harus dilakukan oleh sebagian umat Muslim, dan jika sudah dilaksanakan, maka kewajiban tersebut gugur bagi umat Muslim lainnya,-red) dan itu yang mendorong kami Forum Ngadandanan Kota Bandung untuk menggelar pelatihan ini. Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Dandan.
Menurutnya, saat ini masih banyak warga masyarakat yang belum benar-benar paham soal pemulasaran jenazah tersebut.
“Di Kota Bandung ini, banyak yang belum ahli soal mengurus jenazah. Masih banyak hal yang keliru dalam tahapannya. Untuk itu kita adakan kegiatan ini biar semua paham, seperti ini lho mengurus jenazah yang benar itu. Mulai dari memandikan, mengkafani sampai nanti menguburkan,” bebernya.
Pelatihan pemulasaran jenazah ini, kata Dandan Riza Wardana, mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat. Menurutnya, peserta pelatihan mengaku menjadi paham proses yang baik dan benar.
“Alhamdulillah ya, peserta sangat antusias. Sekarang kan kita lakukan bersama ibu-ibu dulu, dan ini pun baru batch pertama nanti kita lakukan juga bersama bapak-bapaknya,” kata dia.
Pada kesempatan ini pun, Forum Ngadandanan Kota Bandung menyerahkan bantuan kain kafan 1 set untuk 12 Majelis Taklim yang hadir. Nantinya kain kafan tersebut akan disimpan di Mesjid ata Surau untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
“Kita juga serahkan bantuan kain kafan untuk masing-masing kelompok yang hadir ini. Semoga bisa membantu warga masyarakat,” tandasnya.










