Sekcam Kuta Selatan Badung Bali, Beserta Rombongan Tinjau Motah Di Desa Cangkuang Wetan

TNI Polri1553 Dilihat

Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Dalam rangka Orientasi Lapangan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Kelurahan Se Kecamatan Kuta Selatan,, rombongan dari kantor Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Provinsi Bali hadir kunjungi TPS3R Tanginas Bedas sekaligus tinjau langsung Mesin Olah Runtah (Motah) yang ada di Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung. Kamis, 30 Mei 2024.

Terpantau sekitar 44 orang hadir dalam rombongan Kuta Selatan, Badung, Bali yang dipimpin oleh Sekcam Kuta Selatan I Wayan Sujaka Arianta, S.E., hadir juga Kasipem, Kasipelum, Staf Kecamatan, Kepala Lingkungan Se Kecamatan, Lurah Jimbaran dan Lurah Tanjung Benoa.

Saat memasuki area TPS3R Tanginas Bedas, rombongan langsung disambut oleh Pengurus Bumdes Cangkuang Wetan, dari perusahaan Gani Gunawan dan Rezeky, serta paparan secara langsung terkait sistem operasional Motah oleh Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si.

Baca Juga  Monev Sektor 5 Citarum Harum: dalam Menuntaskan Sampah Rangkul Unsur Lain

Pada Kesempatannya usai berdiskusi dan mendengarkan paparan kecanggihan Motah, saat diwawancarai, I Wayan Sujaka Arinta, S.E menyebutkan, bersama dengan ini kami ke Desa Cangkuang Wetan Kabupaten Bandung sudah barang tentu situasi dan kondisi wilayah pasti sama, tapi tentu ada kelebihan ada juga kekurangan, nah gimana ada komperasi yang lebih disini dengan kami, terkait di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung yang masih jadi permasalahan yaitu sampah.

“Nah terkadang budaya kita bagi masyarakat, budaya ini belum bisa kami ajarkan, kami didik dari sumber perihal penanganan sampah. Kami dari kecamatan fokus menangani sampah dan kami dapatkan hasilnya yang bisa kami copas dari Motah ini sangat bagus, apalagi sudah ada izin SNI dan TKDN, ini bisa menjadi kekuatan kami lebih besar apabila nanti ada masyarakat yang tidak menghendaki,” jelas I Wayan Sujaka Arianta.

Baca Juga  Sektor 7 Citarum Harum Kembali Minitoring Penertiban Bangunan Liar Oxbow

Lanjut Sekcam Kuta Selatan, masyarakat yang tidak menghendaki akibat dari pada Mesin Olah Runtah (Motah) kami siap, dari dasar pondasi kami sudah siap dengan izinnya, otomatis pada saat pelaksanaannya kami nyaman, pondasi ini yang kita kuatkan dulu, biar nanti bisa kami lempar ke masyarakat, bahwa ini tidak berbahaya untuk kesehatan bagi warga kami yang berdekatan dengan area pengolahan seperti ini. Mungkin tujuan kami dari Kecamatan Kuta Selatan sudah dapat hasil, nah ini yang akan kami copas.

“Untuk di Bali masih seperti satu sisi sumbernya, kami ada pengolahan sampah di TPST masing-masing desa, desa nya saja belum kelurahan. Berdasarkan anggaran otonomi ada pendapatan kas di desa dari pendapatan pajak dan restoran kami di Kabupaten Badung sebesar Rp25 M/tahun desa nya, tapi dengan kendala situasi memang pasti ada sisa-sisa yang tidak bisa dipergunakan,” ujar I Wayan Sujaka Arianta.

Baca Juga  Ruli, Warga Berkebutuhan Khusus, Ikhlas Bantu Pembangunan MCK di TMMD ke-128 Kodim Garut

Menurutnya, terkait pengolahan sampah, residu masih ada, ujung-ujung nya ke TPA. Tapi disini residu habis di tempat bahkan hasil residu itu bisa dijadikan batu bata atau bisa diolah. Disini kita bisa copas, cuma di Bali pemilahan masih dari rumah tangga, yang berujun ke TPST jadi satu gabung kembali.

Berharap, semoga kami bisa ambil, kami bisa laksanakan dengan dampak yang begitu besar ini sebagai bahan, kami sosialisasikan ke Desa ke Kelurahan dan mohon petunjuk ke pimpinan kami Bapak Bupati Badung, semoga bisa bantu mensosialisasikan ke hotel-hotel dan ke masyarakat,” tandasnya.