Mengenal Lebih Jauh Kelompok Tani Perkotaan Mandiri Kelurahan Cibangkong

Berita20689 Dilihat

Bandung, Sekilasbandungraya.com – Wujudkan kemandirian dari inovasi kreatif, Kelompok Tani Perkotaan Mandiri (KTPM) Cibangkong mampu menyulap lahan brangkal menjadi lahan subur cocok tanam.

Dilahan seluas -+ 4000 meter tepatnya berada berdekatan dengan wahana permainan Trans Studio Bandung (TSB), Kelurahan Cibangkong Kecamatan Batununggal Kota Bandung, para inovator terus menginisiasi warga dengan bercocok tanam dilahan tersebut.

Tujuan program tersebut tentunya memiliki makna tersendiri, selain untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah, juga untuk membantu merealisasikan program pemerintah terkait penanganan stunting dan buruan SAE.

Nampak terlihat sosok inisiator satu ini yang bernama Titis Kusumah atau akrab di sebut Eyang Titis dapat menyulap lahan sisa puing bangunan (brangkal) menjadi lahan subur cocok tanam, banyak tumbuh subur sayuran yang Ia tanam, seperti terong, salada, kacang panjang, rosela dan lainnya.

Baca Juga  Persib Luncurkan Tim, Wali Kota Bandung: Semoga Juara Lagi Tahun Ini

Tak jarang juga, di lahan KTPM Cibangkong dijadikan ajang kolaborasi program, baik penghijauan maupun penanaman dengan dinas, instansi dan lembaga lainnya.

Skema dari konsep KTPM adalah menjadikan ruang publik, ruang edukasi, agro wisata bagi warga masyarakat yang ingin mengembangkan bakatnya di bidang pemanfaatan lahan, bahkan konsep yang di tawarkan adalah konsep pertanian modern yang dimana di lahan tersebut dapat menjadi multi fungsi dengan tanpa mengganggu dan merubah konsep pertaniannya.

Tentunya KTPM berdiri atas dasar binaan dari Lurah Cibangkong yaitu Asep Supriatna dengan membentuk struktur organisasi yang baik yang didalamnya adalah para pengurus Rukun Warga (RW) se Kelurahan Cibangkong yakni sebanyak 13 RW.

Baca Juga  Milenial Bergerak Bandung Kompak Dukung Gibran Jadi Cawapres

Awal mula inisiasi ini di keluarkan, saat Eyang Titis merasa bahwa sangat di sayangkan lahan seluas -+ 4000 meter dibiarkan terbengkalai tanpa ada sentuhan dari manusia, dan hanya di jadikan ajang tempat pembungan sampah liar.

Melihat hal tersebut Eyang Titis menghubungi salah satu tokoh masyarakat bernama Bapak Nandang untuk meminta ijin sekaligus mendiskusikan pemanfaatan lahan untuk di jadikan lahan ketahanan pangan bagi warga masyarakat Cibangkong.

Singkatnya, lahan mulai di garap, namun proses penggarapan secara manual sangatlah berat, sehingga di butuhkan unit alat berat, setelah meminta bantuan kepada beberapa rekan media akhirnya bantuan alat berat dari DSDABM Kota Bandung di turunkan selama 10 hari untuk perataan tanah.

Baca Juga  Geger ! Warga Berhamburan, Ledakan Di Polsek Astanaanyar Bandung

Usai tanah rata, maka hal yang harus di kerjakan selanjutnya adalah keperluan bibit dan binih serta pupuk, maka tim media pun turut membantu kembali untuk mengkomunikasikannya kepada DKPP Kota Bandung, bersyukur respon baik dan sangat di terima, bibit, binih dan pupuk juga turun ke lokasi.

Tentunya sebelum penanaman di perlukan proses pemupukan selama proses pemupukan KTPM terus berbenah, baik untuk jalan maupun untuk gubuk, dikira sudah cukup maka penanaman mulai dilakukan sampai kepada perawatan secara rutin, dengan ke uletan dan disiplin serta ketelatenan hati maka tanah yang tadinya tidak terurus bahkan sisa dari bangunan (brangkal) kini tumbuh subur tanaman sayuran dan di perkirakan minggu depan sudah dapat di panen.