Wujudkan Kesulitan Masyarakat, Pangdam III/Slw Tinjau Mesin Olah Runtah Di Sektor 7 Citarum Harum

TNI Polri519 Dilihat

Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Wujudkan kesulitan masyarakat, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo dan Ketua Persit KCK PD III/Slw Mia Kunto Arief Wibowo beserta PJU Kodam III/Slw dan rombongan laksanakan peninjauan Mesin Olah Runtah (MOTAH-1 Siliwangi) di wilayah kerja Sektor 7 Citarum Harum Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kab Bandung. Senin (22/05/23).

Setiba dilokasi Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo langsung meninjau Mesin Olah Runtah yang di perkirakan dapat membakar sampah sebanyak 15 ton/hari dan dapat meminimalisir bahkan menuntaskan masalah sampah di desa.

Diketahui bahwa Motah hadir berkat kolaborasi inovasi dan kerja sama antara Kodam III/Siliwangi, Satgas Citarum Harum, Pelaku Usaha dan Unsur Kewilayahan guna memberikan solusi penuntasan permasalahan sampah.

Hadir di lokasi, Pangdam III/Slw, Ketua Persit KCK PD III/Slw, PJU Kodam III/Slw, Dansektor 7, BBWS, LH Kab Bandung, Dirut PT Sparta Guna Sentosa dan Dirut Hirotama Indo Jaya.

Baca Juga  Dansat Brimob ikuti apel gabungan Polda Jabar, perkuat disiplin dan kesiapan personel

Saat di konfirmasi Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo mengatakan, kita mencoba membuat alternatif solusi generasi pengelolaan sampah tanpa menggunakan bahan bakar juga prodaknya yang terbilang ekonomis dan produktif.

“Dalam hal ini kita mencoba naungi dengan program Citarum Harum, apa yang menjadi suatu tahapan rekomendasi tahun berikutnya sebagai salah satu upaya bila program citarum selesai, maka perlu ada nilai edukasi sehingga di dalam tahapan program citarum terakhir di tahapan edukasi,” jelas Pangdam.

Berarti, lanjutnya, membiasakan pola bermasyarakat dalam membuang sampah sehingga Citarum Harum ini tidak lagi di penuhi oleh sampah, karena sudah ada metode pengelolaan sampah di tingkat desa, tapi kita sinkronkan dengan kebijakan pemerintah dan dinas lain yang terlibat sampai terbentuk Satgas Citarum Harum.

Baca Juga  Pangdam III/Slw Kunjungi Sektor 7 Citarum Harum, Tinjau Oxbow Rancamanyar

“Terkait sampah habis di desa masing-masing merupakan harapan semua, jadi sampah ini nilainya nasional, bagaimana kita sekarang di tataran oprasional dan teknisnya, hal ini sudah melaksanakan harapan dari kebijakan, kita mencoba lagi sebagai bottom up pada kebijakan-kebijakan bahwa feedback nya serius dalam pengeloaan sampah,” terangnya.

Dilanjutkannya, juga bagaimana metode ini menjadi suatu alternatif karena pengelolaan sampah juga ada nilai lain, yang pertama adalah menjadikan nilai ekonomis karena menciptakan hasil energi dan yang ke dua menghabiskan dengan alat yang tidak memerlukan bahan bakar, ini perlu di kolaboratifkan.

Sementara Lurah Cangkuang Wetan Asep Kusmiadi memiliki harapan dengan hadirnya Motah di desa sangat merasa terbantu, karena selama ini PR kami dari awal permasalahan sampah memjadi masalah, “dengan adanya Motah sampah di desa sudah mulai tidak ada (bersih).

Baca Juga  Pastikan Validasi Kepemilikan Lahan, Sektor 7 Koordinasi Kepada BPN Kab Bandung

“Hal ini sangat membantu pemerintah, karena PR sampah sudah menjadi hal umum, oleh kerena itu kami juga berharap, dengan percontohan di Desa Cangkuang Wetan bisa menular ke desa-desa lain agar di tiap desa ada pengolahan seperti di desa kami dan dapat menuntaskan sampah di desanya masing-masing,” ujar Asep.

Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat Dansektor 7 Citarum Harum menambahkan, mudah-mudahan dengan adanya alat ini bisa membantu masyarakat mengatasi sampah di desa-desa. Dengan hadirnya Motah semoha dapat mengupayakan sampah ini habis di desa.

“Yang kita semua sudah ketahui selama ini bahwa permasalahan sampah sangat melekat dengan masyarakat dan bagaimana cata mengatasi permasalahannya. Mudah-mudahan inisiator ini, niat baik kami menjadi jalan salah satu untuk mengatasi masalah sampah di wilayah daerah maupun kedepannya di seluruh Indonesia,” tandas Nurjanah Suat.