Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Wujudkan kesulitan masyarakat, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo dan Ketua Persit KCK PD III/Slw Mia Kunto Arief Wibowo beserta PJU Kodam III/Slw dan rombongan laksanakan peninjauan Mesin Olah Runtah (MOTAH-1 Siliwangi) di wilayah kerja Sektor 7 Citarum Harum Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kab Bandung. Senin (22/05/23).
Setiba dilokasi Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo langsung meninjau Mesin Olah Runtah yang di perkirakan dapat membakar sampah sebanyak 15 ton/hari dan dapat meminimalisir bahkan menuntaskan masalah sampah di desa.
Hadir di lokasi, Pangdam III/Slw, Ketua Persit KCK PD III/Slw, PJU Kodam III/Slw, Dansektor 7, BBWS, LH Kab Bandung, Dirut PT Sparta Guna Sentosa dan Dirut Hirotama Indo Jaya.
Saat di konfirmasi Mayjen TNI Arief Kunto Wibowo mengatakan, kita mencoba membuat alternatif solusi generasi pengelolaan sampah tanpa menggunakan bahan bakar juga prodaknya yang terbilang ekonomis dan produktif.
Berarti, lanjutnya, membiasakan pola bermasyarakat dalam membuang sampah sehingga Citarum Harum ini tidak lagi di penuhi oleh sampah, karena sudah ada metode pengelolaan sampah di tingkat desa, tapi kita sinkronkan dengan kebijakan pemerintah dan dinas lain yang terlibat sampai terbentuk Satgas Citarum Harum.
“Terkait sampah habis di desa masing-masing merupakan harapan semua, jadi sampah ini nilainya nasional, bagaimana kita sekarang di tataran oprasional dan teknisnya, hal ini sudah melaksanakan harapan dari kebijakan, kita mencoba lagi sebagai bottom up pada kebijakan-kebijakan bahwa feedback nya serius dalam pengeloaan sampah,” terangnya.
Sementara Lurah Cangkuang Wetan Asep Kusmiadi memiliki harapan dengan hadirnya Motah di desa sangat merasa terbantu, karena selama ini PR kami dari awal permasalahan sampah memjadi masalah, “dengan adanya Motah sampah di desa sudah mulai tidak ada (bersih).
“Hal ini sangat membantu pemerintah, karena PR sampah sudah menjadi hal umum, oleh kerena itu kami juga berharap, dengan percontohan di Desa Cangkuang Wetan bisa menular ke desa-desa lain agar di tiap desa ada pengolahan seperti di desa kami dan dapat menuntaskan sampah di desanya masing-masing,” ujar Asep.
“Yang kita semua sudah ketahui selama ini bahwa permasalahan sampah sangat melekat dengan masyarakat dan bagaimana cata mengatasi permasalahannya. Mudah-mudahan inisiator ini, niat baik kami menjadi jalan salah satu untuk mengatasi masalah sampah di wilayah daerah maupun kedepannya di seluruh Indonesia,” tandas Nurjanah Suat.
