Sektor 22 bersama Unsur Dinas Terkait Monitoring Rencana Pembangunan Ruang Publik Di Gumuruh

TNI Polri502 Dilihat

Bandung, Sekilasbandungraya.com – Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. FX.Sri Wellyanto Kasih bersama unsur Dinas Sumberdaya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, melakukan monitoring bantaran Sungai Cikapundung Kolot di wilayah Kelurahan Gumuruh Rw. 07 dan Rw. 11 Kecamatan Batununggal Kota Bandung, Jumat (04/11/22).

Monitoring ini dilakukan Dansektor 22 bersama dinas terkait rencana melengkapi pembangunan sarana Ruang Publik yang sudah dibangun, untuk kebutuhan rekreasi warga di lahan hasil penertiban bangunan liar di kawasan bantaran Sungai Cikapundung Kolot.

“Monitoring di sini lebih ke survey lahan, mana yang sudah dibangun dan mana yang belum. Sehingga yang belum harus segera dibangun, soalnya lahan kosong hasil penertiban ini harus bermanfaat buat masyarakat banyak,” ujar Wellyanto kepada wartawan di lokasi Survey.

Baca Juga  Kodim 0604/Karawang Beserta Stakeholder Kabupaten Karawang, Siap Sukseskan Sail dan Touring Sekeseler Siliwangi

Sudah menjadi perencanaan di Pemerintah Kota Bandung, bahwa lahan kosong hasil penertiban akan di bangun Ruang Publik Terbuka dalam program penataan bantaran sungai. Dengan tujuan akan menambah serapan air hujan disamping Ruang Tata Hijau bantaran sungai dan jalan inspeksi.

“Tentu semua pembangunan wilayah perkotaan harus menghiraukan tata kelola sungai yang benar, dengan menjamin keutuhan sungai maupun kebersihannya. Maka akan menciptakan sarana yang indah sebagai ruang rehat masyarakat,” jelas Wellyanto.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas DSDABM Kota Bandung (Ir. Didi Ruswandi, M.T.,) ia mengatakan bahwa monitoring ini merujuk kepada tata wilayah Kota Bandung, untuk menambah Ruang Terbuka Hijau yang akan bermanfaat multi fungsi.

Baca Juga  Sub 3 Sektor 5 Satgas Citarum Harum Lakukan Pembuatan Lubang Biopiri

“Multi fungsi disini maksudnya sebagai ruang publik untuk menambah index kebahagiaan masyarakat, satu lagi sebagai kantung air di bawah tanah karena hijau oleh tanaman keras,” ujar Didi.

Ia menambahkan, ruang publik atau ruang terbuka hijau ini diharap akan sedikit mengurangi masalah banjir yang selama ini sering terjadi di seluruh wilayah Kota Bandung.

“Kita selalu berkolaborasi dengan Satgas Citarum Harum Sektor 22 tentunya, supaya semua rencana yang kita lakukan bisa menunjang kepada keutuhan tata kelola sungai,” imbuh Didi.

Baca Juga  Sektor 7 Citarum Harum Dorong Kelancaran Pembangunan Jembatan Penyebrangan R2

Monitoring ini disertai oleh, Satgas Citarum Harum Sektor 22, DSDABM Kota Bandung, BBWSC, DPKP, DLH, Dispangtan, Camat Batununggal, Asda Perekonomian dan Pembangunan, Unsur Dinas Terkait, Pemerhati Lingkungan dan Yayasan Tunas Nusa (Ir. Ramalis Sobandi Prihandana, MT., Ph.D.