Protes Jembatan Molor 6 Bulan, Ini Jawaban Dedi Mulyadi

Pemerintahan28 Dilihat

Bandung, SBR |  Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, merespons video viral warga Blok Truali, Desa Kedokan Bunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, yang memprotes molornya pembangunan Jembatan Kali Kapur.

Dalam video tersebut, warga terlihat meluapkan kekesalan dengan melempari area proyek karena pembangunan jembatan terlambat hingga enam bulan dan membuat kondisi jalan di sekitar lokasi rusak.

Menanggapi protes tersebut, Dedi Mulyadi meminta warga bersabar. Dia memastikan pembangunan Jembatan Kali Kapur masih berjalan.

Menurut dia, keterlambatan proyek masih dalam batas yang bisa ditoleransi. Berdasarkan hasil pengecekan, progres pembangunan jembatan tersebut hanya tertinggal sekitar 4 persen dari target.

“Jembatan tersebut tidak mengalami keterlambatan pembangunan. Saya sudah cek hanya minus empat persen. Artinya, masih bisa ditolerir keterlambatannya,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/11/2026).

Mantan Bupati Purwakarta itu menjelaskan, persoalan lain yang dikeluhkan warga adalah akses jalan selama pembangunan berlangsung.

Kendaraan tidak bisa melintasi jembatan yang masih dikerjakan sehingga arus lalu lintas harus dialihkan.

Menurut Dedi, warga masih bisa menggunakan jalan alternatif. Namun, jalan tersebut merupakan jalan desa yang kondisinya juga akan diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

“Jalan yang dilalui itu juga nantinya akan dibangun juga oleh Pemprov. Itu kan jalan desa. Nanti kita bangun lagi,” katanya.

Dedi Mulyadi pun meminta warga memahami bahwa jembatan yang masih dalam proses pembangunan tidak bisa dipaksakan untuk dilalui kendaraan. Sebab, hal tersebut justru bisa menghambat pekerjaan proyek.

“Sekarang kalau mobil tidak boleh lewat ke jalan desa. Ya gimana jembatan itu bisa terus dibangun,” ujarnya.

Dedi Mulyadi juga meminta masyarakat tidak terbawa emosi dalam menyikapi persoalan pembangunan tersebut. Menurut dia, jembatan itu dibangun untuk kepentingan masyarakat luas.

“Mohon sabar semuanya ya, mari kita menjaga apa yang kita kerjakan hari ini. Tidak terus-menerus saling mengikuti emosi dan egoisme masing-masing. Pembangunan untuk masyarakat bukan untuk kepentingan perorangan. Yang pakai juga masyarakat,” katanya.

Dia menegaskan, keselamatan warga harus menjadi perhatian selama pembangunan berlangsung.

Dedi Mulyadi mengaku khawatir jika jembatan yang belum selesai dipaksakan untuk dilalui kendaraan, hal itu bisa membahayakan pengguna jalan.

“Nanti jembatan roboh ada yang korban, ada yang meninggal, pemerintah juga yang disalahkan,” pungkasnya.