Polda Jabar dan Unpad Luncurkan Pusat Studi Kepolisian, Fokus Kaji Persoalan Kamtibmas

Berita, TNI Polri48 Dilihat

BANDUNG,sekilasbandungraya.com – Polda Jawa Barat bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan Pusat Studi Kepolisian sebagai wadah kolaborasi dalam melakukan penelitian dan kajian terhadap berbagai persoalan serta isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Pusat Studi Kepolisian tersebut diresmikan Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto bersama Rektor Unpad Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Kamis (20/8/2026).

Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, pemetaan dan penelitian terhadap berbagai persoalan di Jawa Barat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan dalam mengantisipasi persoalan sebelum berdampak terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Hari ini kami launching Pusat Studi Kepolisian. Ini kolaborasi antara pihak Kepolisian dengan Universitas Padjadjaran untuk melakukan penelitian, riset terkait permasalahan, isu-isu yang ada di Jawa Barat,” kata Pipit.

Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan akademisi memungkinkan berbagai persoalan di Jawa Barat dianalisis secara lebih mendalam melalui pendekatan ilmiah.

“Situasi dan kondisi lingkungan yang menjadi masalah-masalah, isu-isu yang ada di Jawa Barat ini bisa dianalisa, dilakukan penelitian oleh pihak Kepolisian bersama-sama dengan Universitas Padjadjaran,” ujarnya.

Pipit menegaskan, kerja sama tersebut tidak akan berhenti pada Unpad maupun Universitas Langlang Buana (Unla). Polda Jabar membuka peluang untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi lainnya di Jawa Barat.

“Ke depannya kita menginginkan bahwa semua perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat itu bisa bekerja sama dengan kita semua,” katanya.

Selain penelitian, kerja sama tersebut juga dapat membuka ruang bagi personel kepolisian untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sebaliknya, mahasiswa jenjang S1 maupun S2 dapat dilibatkan dalam penelitian bersama dengan kepolisian.

Pipit menilai keterlibatan perguruan tinggi penting karena ilmu kepolisian bersifat interdisipliner. Dengan demikian, sebuah persoalan dapat dikaji dari berbagai perspektif keilmuan yang mendukung.

“Karena prinsipnya ilmu Kepolisian kan interdisipliner. Jadi bisa untuk mengkaji sebuah masalah dari semua kajian ilmu yang mendukung,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyambut baik pembentukan Pusat Studi Kepolisian tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi kesempatan bagi Unpad untuk berkontribusi dalam pengembangan kajian kepolisian.

“Ini suatu kesempatan yang sangat baik untuk Universitas Padjadjaran, jadi kami mendapat kesempatan untuk membangun Pusat Studi Kepolisian,” kata Arief.

Arief menambahkan, kajian yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan pendalaman kasus atau penelitian. Aspek tata kelola kepolisian juga terbuka untuk dikaji melalui kolaborasi antara akademisi dan kepolisian.

“Ini tidak hanya berbicara mengenai pengembangan bagaimana kasus-kasus didalami lebih lanjut bersama-sama atau misalkan untuk riset, tapi tadi bahkan Pak Kapolda secara simpatik juga menyampaikan apabila akan dikaji juga mengenai tata kelola Kepolisian juga itu terbuka,” ujarnya.

Ia berharap hasil pemikiran dan kajian akademik nantinya dapat menjadi masukan bagi kepolisian dalam proses transformasi sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Apa yang kami pikirkan secara akademik nanti akan kami inputkan kepada Kepolisian sebagai bagian dari transformasi Kepolisian untuk terus-menerus,” katanya.

Menurut Arief, sinergi antara kepolisian dan akademisi diharapkan mampu menghasilkan kajian yang tidak hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. (Le*)