Kapolda Jabar Ajak Masyarakat Waspadai Jerat Judi Online dan Pinjol Ilegal

Berita, TNI Polri166 Dilihat

Bandung,sekilasbandungraya.com – Kapolda Jawa Barat, , menegaskan pemberantasan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai praktik tersebut.

Hal itu disampaikan Rudi saat mendukung peluncuran film “Menang untuk Kalah” produksi Para Films di Bandung, Kamis (2/7) malam. Film tersebut mengangkat dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh judi online serta pinjaman online ilegal yang hingga kini masih marak di tengah masyarakat, termasuk di Jawa Barat.

“Judi online bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya sudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Biasanya pelaku diberikan kemenangan di awal untuk menarik minat, namun pada akhirnya berujung pada kekalahan, kerugian finansial, hingga kehancuran kehidupan,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, praktik judi online memiliki keterkaitan erat dengan pinjaman online ilegal. Banyak masyarakat yang setelah mengalami kerugian akibat berjudi kemudian memilih meminjam uang melalui layanan pinjol ilegal demi menutup kerugian, namun justru terjebak dalam persoalan baru.

“Dalam kehidupan, setiap orang memiliki keinginan. Ketika ingin memenuhinya secara instan, sebagian menganggap judi online sebagai jalan keluar. Saat kalah, mereka beralih ke pinjaman online ilegal. Akhirnya masuk ke dalam lingkaran yang semakin sulit untuk keluar,” ujarnya.

Menurut Rudi, berdasarkan data yang dimiliki Polda Jawa Barat, berbagai konflik sosial yang ditangani kepolisian memiliki keterkaitan dengan praktik judi online maupun pinjaman online ilegal. Karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi dinilai harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah menjadi korban.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar tidak tergoda oleh tawaran keuntungan instan yang berujung merugikan.

Sebagai bagian dari strategi edukasi, Polda Jawa Barat menggandeng insan seni melalui produksi film “Menang untuk Kalah”. Film tersebut menggambarkan berbagai dampak negatif judi online dan pinjaman online ilegal, mulai dari tekanan akibat penagihan utang, kehancuran ekonomi keluarga, konflik rumah tangga, hingga perjuangan korban bangkit dari keterpurukan.

Rudi mengungkapkan, ide pembuatan film itu bermula dari diskusi bersama seniman Alfarizi setelah Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus perjudian di kawasan Kosambi yang sempat menjadi perhatian publik. Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku seni menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat.

“Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa mengalami kehancuran akibat judi online dan bagaimana tekanan yang dialami korban ketika diteror penagih pinjaman online ilegal. Semua itu merupakan kenyataan yang terjadi di masyarakat,” kata Rudi.

Ia menegaskan, Polda Jawa Barat tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk praktik perjudian karena dinilai menjadi salah satu pemicu berbagai persoalan sosial dan ekonomi di masyarakat. Selain penegakan hukum yang tegas, edukasi melalui berbagai media, termasuk karya seni, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjauhi judi online dan pinjaman online ilegal. (Le)