Jabar Etnik Fest, Wujud Kolaborasi untuk Majukan Ekosistem Budaya Nasional

Berita247 Dilihat

Sumedang, Sekilasbandungraya.com — Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Restu Gunawan mengatakan, penyelenggaraan Jabar Etno Festival menjadi salah satu langkah konkret, dalam membangun ekosistem kemajuan kebudayaan nasional, yang berkelanjutan.

Hal itu dia ungkapkan saat menghadiri acara Jabar Etno Fostival di Halaman Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang, Selasa (4/11/2025).

Dikatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan para pelaku seni, dalam menghidupkan nilai-nilai tradisi dan memperkuat identitas budaya bangsa.

“Iya, ini salah satu bentuk membangun ekosistem kemajuan kebudayaan,” kata Dirjen.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki kekayaan tradisi yang luar biasa beragam.

Bahkan, dia menyebut keindahan dan kekayaan budaya di Sumedang, tidak bisa dibandingkan dengan apa pun.

“Kalau Pak Menteri menyebutnya, kekayaan tradisi kita di Jawa Barat itu luar biasa,” ujarnya.

Lebih jauh Restu menilai, Jabar Etno Festival bukan sekadar ajang hiburan, melainkan momentum penting, untuk memperkuat kerja sama lintas sektor.

“Event ini bisa menjadi ukuran bagaimana kita membangun kolaborasi antar lembaga,” imbuhnya.

Mudah-mudahan, sambung Restu, nanti bisa juga dilaksanakan di tempat-tempat lain, sehingga kolaborasi tersebut semakin meluas.

“Tujuannya agar masyarakat memiliki rasa kepemilikan terhadap kebudayaan kita sendiri,” tandasnya.

Restu menggarisbawahi pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, budaya tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga harus mampu menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi kreatif.

“Pada akhirnya, kebudayaan itu tidak sekadar dilindungi, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi budaya,” jelas Restu.

Dalam penyelenggaraan Jabar Etno Festival kali ini, kata Restu, panitia menampilkan sekitar 1000 seniman dari berbagai daerah serta melibatkan pelaku UMKM lokal.

Hal itu diharapkan mampu menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Ketika kita bicara kebudayaan, itu bukan hanya soal masa lalu, tapi juga masa kini dan masa depan. Kebudayaan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi,” beber Restu.

Bahkan Restu juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, yang dinilai memiliki komitmen kuat, dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.

“Sumedang ini punya potensi besar. Dari sisi sejarah, nilai perjuangan hingga warisan budaya dan kerajaan masa lalu, semua ada di sini,” ucap Restu.

Maka, kata dia, kita hadir untuk berkolaborasi dengan bupati dan Pemerintah Daerah, agar gerakan kebudayaan bisa tumbuh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Restu berharap Jabar Etno Festival di Sumedang menjadi tonggak awal, lahirnya berbagai kegiatan kebudayaan serupa di seluruh Indonesia.

“Ini baru awal dan saya yakin kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh dan dorongan bagi daerah lain untuk ikut menggerakkan kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi dan identitas bangsa,” pungkasnya.