Dansatgas Citarum Harum Tinjau Pengolahan Kohe di Lembang

TNI Polri5569 Dilihat

Lembang, sekilasbandungraya.com – Komandan Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., melakukan kunjungan langsung ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Selasa, 18 November 2025.

Giat tersebut bertujuan untuk mengkroscek secara langsung pengolahan kotoran hewan (kohe) sapi. Kunjungan tersebut didampingi oleh tim Sektor 4 Citarum Harum dan perwakilan KPSBU Lembang.

Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto bersama rombongan, meninjau kebun cabe milik salah satu petani di Lembang yang menggunakan kohe sapi sebagai media tanam.

Baca Juga  Maksimalkan Hasil Tanam, Sektor 7 Sub 4 Katapang Pembersihan Area Lahan

Dansatgas menyebutkan, kami secara langsung mengkroscek ke kandang-kandang sapi dan kebun cabe yang memanfaatkan kohe sapi sebagai pupuk. Hasilnya, cabe tumbuh subur dan bagus.

“Petani setempat bahkan menyampaikan bahwa hasil panennya melimpah,” ujar Dansatgas usai peninjauan.

Kolonel Inf. Yanto menekankan pentingnya sirkulasi ekonomi yang baik dalam pengelolaan kohe. “Pak Wawan, sebagai peternak sekaligus petani, menunjukkan contoh yang sangat bagus.

“Kohe ternak diolah menjadi pupuk dan diaplikasikan ke sektor pertanian, sehingga bernilai ekonomis. Mudah-mudahan ke depan kohe tidak lagi menjadi salah satu pencemar Sungai Citarum,” tambahnya.

Baca Juga  Sektor 7 Citarum Harum Rakor Kelancaran Pengerjaan Oxbow

drh. Ramdan Sobahi, perwakilan KPSBU Lembang, menyatakan komitmen koperasi dalam mengolah kohe secara optimal.

“Kami berupaya maksimal bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menangani kohe. Kami telah melatih peternak membuat kompos dan membangun biogas, meskipun belum banyak,” ujarnya

Menurutnya, dengan pembinaan intensif dari Citarum Harum, berharap pengolahan kohe dan penggunaannya sebagai KPSBU Lembang akan semakin banyak digunakan sebagai pupuk organik, sehingga mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

“Kunjungan ini menunjukkan komitmen Satgas Citarum Harum dalam mendukung pengelolaan kotoran hewan yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan kohe sebagai pupuk organik,” tandas Ramdan.

Tinggalkan Balasan