Wakil Wali Kota Bandung Ajak Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Pemerintahan356 Dilihat

Kota Bandung, Sekilasbandungraya.com – Pemerintah Kota Bandung mendorong pertumbuhan wirausaha muda melalui program unggulan Cempor (Camp Entrepreneur) yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung.

Program ini ditujukan khusus bagi anak muda Kota Bandung yang ingin mengembangkan potensi bisnis dan memiliki semangat untuk menjadi entrepreneur.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengajak generasi muda untuk memanfaatkan program ini sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi dan kesuksesan usaha.

“Bandung punya banyak potensi anak muda yang kreatif. Melalui Cempor, kami ingin memfasilitasi mereka untuk belajar, berlatih, dan naik kelas sebagai pengusaha muda yang tangguh. Pemerintah hadir membukakan akses terhadap peluang nyata,” ujar Erwin.

Erwin mengungkapkan itu saat berbicara pada acara Bimbingan Mahasiswa Manajemen Bisnis Unpas 2025 dengan tema “Generation of Virtue” di Pusdikif – Pussenif Bandung, Sabtu 20 September 2025.

Cempor didesain sebagai program pelatihan berkelanjutan mulai dari pelatihan dasar, pengembangan skill manajerial, inkubasi (pendampingan dan asistensi), hingga kegiatan expo dan promosi produk.

Program ini merupakan bagian dari amanat UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, serta berbagai regulasi pendukung lainnya seperti PP No 41 Tahun 2011, Perda Kota Bandung No 1 Tahun 2016, dan Perwal No 27 Tahun 2022.

Adapun syarat pendaftaran, peserta program harus memenuhi syarat berikut, usia 16 – 30 tahun, beromdomisi di Kota Bandung, Mengikuti tahapan self-assessment dan business assessment.

Fasilitas yang didapatkan yaitu peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas penting untuk pengembangan usaha, antara lain, Akses relasi investasi, Sertifikat pelatihan, Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pembekalan di bidang sales dan marketing.

Pelatihan Dasar dan Inkubasi Bisnis difokuskan pada keterampilan produksi, untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai proses, kerumitan, hingga risiko produksi dalam dunia usaha.

Peserta terbaik dari pelatihan dasar akan dipilih untuk mengikuti inkubasi, serangkaian kegiatan lanjutan berupa pendampingan, asistensi, expo, apresiasi, hingga Camp (bootcamp intensif).