May Day 2025, Wakil Wali Kota Bandung Jelaskan 4 Prinsip Fondasi Kuat Pekerja, Pengusaha, dan Pemerintah

1. Mutual Trust (Saling Mempercayai)
“Tanpa rasa percaya satu sama lain, tidak akan ada kerja sama yang langgeng. Kepercayaan menjadi awal dari semua dialog dan tindakan konstruktif,” jelasnya.

2. Mutual Understanding (Saling Memahami)
Menurut Erwin, memahami posisi dan kepentingan pihak lain adalah kunci untuk menghindari konflik dan memperkuat solidaritas.

3. Mutual Benefit (Saling Memberikan Manfaat)
Erwin menyebut, hubungan industrial harus didasarkan pada saling memberi keuntungan, bukan hanya bagi satu pihak.

4. Mutual Respect (Saling Memberi Respek)
“Tanpa penghormatan, maka hubungan apapun akan rapuh. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja harus saling menghormati peran masing-masing,” katanya.

Keempat prinsip ini, menurut Erwin, harus dijaga dan diperkuat agar sistem ketenagakerjaan di Kota Bandung tetap adil, harmonis, dan berkelanjutan.

Selain itu, Erwin juga mengajak seluruh elemen untuk terus mengedepankan dialog sosial, yakni dialog terbuka dan konstruktif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, demi menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan dengan bijak dan berkeadilan.

“Buruh bukan sekadar bagian dari proses produksi. Mereka adalah subjek utama pembangunan, tulang punggung kota, dan penjaga stabilitas sosial,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Erwin menyerukan agar momentum May Day 2025 dijadikan pijakan untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama lintas sektor demi mewujudkan Bandung Utama yakni Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.