Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Siti Nugraha Mauludiah mengatakan, program ini dirancang untuk meningkatkan peran gastronomi Indonesia sebagai alat diplomasi yang kuat, yang melampaui batas dan memupuk persatuan.
“Dengan merayakan tradisi kuliner Indonesia dan Thailand, kita tidak hanya menghormati warisan bersama, tetapi juga membuka jalan untuk kolaborasi yang lebih dalam dan kontak antar masyarakat yang lebih dekat,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat berharap kegiatan diplomatik antara Thailand dan Indonesia terus berlanjut. Bukan hanya bidang politik saja, tetapi kuliner dan budaya pun mampu meningkatkan kerjasama.
“Saya harap hubungan diplomatik ini terus berjalan, apalagi bidang kuliner dan budaya menjadi bagian terpenting,” ungkapnya.
Dukungan pun dilontarkan oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita siap mendukung hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Thailand.
“Kami ada berbagai fakultas yang mampu mendukung program diplomatik ini. Sehingga dukungan dari akademisi pun siap membantu,” tuturnya.
